Ke Bukitinggi pada Kamis Pagi

Tersebutlah  beberapa orang Pahlawan Nasional dari Minangkabau. Diantaranya  Buya Hamka, Sutan Syahrir, Tan Malaka dan Mohammad Hatta. Mereka semua jadi kebanggan orang di kampung saya. Nama yang selalu disebut  saat membanggakan peran penting mereka di masa lalu. Namun sependek pengetahuan saya, monumen yang banyak didirikan dalam mengenang jasa-jasa pahlawan tersebut hanya Bung Hatta. Di Bukittinggi setidaknya ada tiga monumen bagi Si Bung Kecil. Pertama Istana Bung Hatta, replika bekas tempat tinggal yang sekarang di jadikan museum. Satu lagi sebuah gedung arsip yang terletak di belakang Jam Gadang. Masih di belakang Jam Gadang bersisian dengan gedung arsip, terhampar  Taman Monumen Mohammad … Continue reading

Pagi Berhalimun

Pagi di rumah ibu di awali udara dingin yang menusuk dan suara adzan yang bergema dari segala pelosok. Saya membuka mata, menarik selimut, tetap berbaring, diam-diam mendengarkan awal aktivitas manusia. Tak lama suara motor berdengung, melintas perlahan seolah enggan menembus dingin. Lalu cicit burung pipit yang entah bersarang di mana. Usai menunaikan kewajiban saya bergerak ke pintu. Derit karat engsel membawa pandang ke pagi yang masih pekat. Embun mengambang dimana-mana. Dari lereng bukit turun ke sawah-sawah dan jalanan. Jarak pandang hanya beberapa meter ke muka. Dan pagi tadi aku berpesta dalam embun : Selesai memotret saya cepat-cepat masuk ke rumah … Continue reading

Salam Dari Vientiane dan Jangan Lupakan Kami

Salam Dari Vientiane – Jangan Lupakan Kami Untuk tantangan hari ke-6, #10DaysforASEAN ini, saya sebetulnya ingin berdiri dalam sepatu Presiden  Choummaly Sayasone atau Perdana Mentri Thongsing Thammavong. Berdiri sebagai salah satu pemimpin dalam kawasan ASEAN yang sebentar lagi membentuk Komunitas Ekonomi ASEAN 2015. Tapi itu berarti harus bicara secara retorika. Dan itu garing.  Mematikan sel otak yang membaca. Lagian bagaimana kalau terjadi insiden diplomatik gara-gara saya?  Bukannya malah bikin panas kawasan ? Jadi lebih baik sebagai blogger saja. Blogger bekewarganegaraan Republik Demokratik Rakyat Laos tepatnya. Jadi bayangkan bahwa dalam posting ini saya menulis dalam bahasa ພາສາລາວ phasa lao dengan huruf … Continue reading

Mari Berkisah Tentang Kopi

Mari Berkisah Tentang Kopi – Dan Sediakan Satu Cangkir untukmu. Kalau sedang di rumah, apa lagi sendirian, saya suka meramu minuman kopi. Karena punya akses ke Lampung jadi bahannya selalu kopi dari daerah ini. Racikannya suka-suka saja. Jenis Robusta atau Arabica tidak masalah. Jelajah rasa saya belum seberapa luas untuk mampu menjelaskan perbedaan dari rasa kedua jenis kopi itu. Yang pasti kalau kopi manis saya suka plus mencampur dengan susu kental. Atau menambahkan rempah seperti jahe atau kayu manis. Dan tak jarang juga  saya minum kopi dengan madu. Tapi paling sering menggunakan palm sugar organik. Ini sebentuk penghormatan terhadap rasa … Continue reading

Meet The Lady

Meet The Lady – Selembar Visa untuk Negeri Emas Saya kenal Myanmar atau Burma melalui Aung San Suu Kyi. Karena pemenang Nobel Perdamaian ini dulu sering muncul di TV saat masih jadi tawanan rumah. Senyum dan lambain tangannya pernah menimbulkan rasa tak suka pada pemerintahan negara emas itu. Sebab saya pikir tahanan rumah sama dengan penjara. Pikiran saya yang sederhana keheranan, apa yang ditakuti pihak militer dari wanita yang secara fisik kelihatan rapuh itu? Setelah menonton film The Lady, kisah perjalanan hidup Suu Kyi  yang dibintangi Michel Yeoh, baru paham mengapa anak jenderal Aung San ini jadi momok bagi pemerintah … Continue reading