Ke Bukitinggi pada Kamis Pagi

Tersebutlah  beberapa orang Pahlawan Nasional dari Minangkabau. Diantaranya  Buya Hamka, Sutan Syahrir, Tan Malaka dan Mohammad Hatta. Mereka semua jadi kebanggan orang di kampung saya. Nama yang selalu disebut  saat membanggakan peran penting mereka di masa lalu. Namun sependek pengetahuan saya, monumen yang banyak didirikan dalam mengenang jasa-jasa pahlawan tersebut hanya Bung Hatta. Di Bukittinggi setidaknya ada tiga monumen bagi Si Bung Kecil. Pertama Istana Bung Hatta, replika bekas tempat tinggal yang sekarang di jadikan museum. Satu lagi sebuah gedung arsip yang terletak di belakang Jam Gadang. Masih di belakang Jam Gadang bersisian dengan gedung arsip, terhampar  Taman Monumen Mohammad … Continue reading

Pagi Berhalimun

Pagi di rumah ibu di awali udara dingin yang menusuk dan suara adzan yang bergema dari segala pelosok. Saya membuka mata, menarik selimut, tetap berbaring, diam-diam mendengarkan awal aktivitas manusia. Tak lama suara motor berdengung, melintas perlahan seolah enggan menembus dingin. Lalu cicit burung pipit yang entah bersarang di mana. Usai menunaikan kewajiban saya bergerak ke pintu. Derit karat engsel membawa pandang ke pagi yang masih pekat. Embun mengambang dimana-mana. Dari lereng bukit turun ke sawah-sawah dan jalanan. Jarak pandang hanya beberapa meter ke muka. Dan pagi tadi aku berpesta dalam embun : Selesai memotret saya cepat-cepat masuk ke rumah … Continue reading

Kerja Sambil Wisata

Kerja Sambil Wisata – Gue Banget! Sebagai patner suami dalam bisnis gula aren saya banyak menghabiskan waktu di pelosok. Hampir saban minggu meninggalkan rumah dan menginap disana. Terutama saat-saat awal memulai bisnis, becek, pacet atau lintah jadi teman sehari-hari. Desa terpencil minim  fasilitas itu harus diakrabi  karena pohon aren yang jadi sumber gula  memang lebih suka tumbuh di pegunungan. Terbiasa hidup di kota dengan segala kemudahan lalu masuk ke lingkungan yang berbeda tentu tidak mudah. Walau mengetahui bahwa sumber kehidupan kami di sana, tak urung saya harus berjuang melawan berbagai ketidak nyamanan. Mandi saja menggunakan air yang mengalir dari gunung. … Continue reading

Mewek Dibawah Masjid Pintu Seribu

Kemarin piknik lagi. Namun kali ini sedikit berbeda, ada sampiran  kata dibelakangnya: Piknik Spiritual :).  Itu bermula dari cerita  my sista  yang bersama teman-teman majelis taklimnya hendak memperingati maulid nabi dengan ziarah. Pilihan mereka dua tempat di Tangerang: Masjid Pintu Seribu dan Pulau Cangkir. Karena masih satu kabupaten dengan rumahku, walaupun dilakukan pada hari kerja, tidak ikut rasanya gimana gituh 🙂 Dengan satu bus, pukul setengah tujuh rombongan 30 orang berangkat dari Cimanggis-Jakarti Timur dengan tujuan utama Masjid Pintu Seribu. Karena ada tausiah selama perjalanan maka aku memutus bergabung dari sana. Sesampai di halaman masjid baru sadar bahwa  tidak membawa … Continue reading

Calliandra Emarginata Aku Cinta Padamu

Kalaulah bunga-bunga bisa ngomong dan mengidap narsisme akut seperti diriku, mereka pasti akan melonjak kegirangan tiap kali melihatku mendekat dengan camera. Pasti ngomong begini : ” Ibu..Ibu… foto kita dunk..Mohon lihat bentuk kami dari posisi  terbaik ya..” Dan aku akan menjawab, ”  Beres. Kalau tak cantik kalian tak disebut bunga, tapi coba perlihatkan padaku posisi paling cantik itu seperti apa..” Beberapa waktu lalu berpapasan dengan bunga berbentuk sikat kamar mandi ini. Di halaman perajin petani aren di Jawa Barat. Awalnya pengen motret seekor ayam jago yg berlindung di bawah pohon. Tapi sulur-sulur merah berujung bulat putih seperti sisir rambut dari … Continue reading