Ini Khayalanku Mana Khayalanmu

Saya memelihara orang kedua di dalam diri. Namanya khayalan. Ia mengikuti  kemana pun saya pergi. Teman dekat di kala suka, menghibur di kala duka, jadi pelindung saat sendiri. Di masa kanak-kanak keakraban seperti ini sering menimbulkan salah pengertian pada orang tua. Ibu sering mengatakan bahwa saya tukang ngelawan dalam hati,  tidak suka memperhatikan nasihatnya, dan kurang cinta keluarga. Tuduhan tidak berdasar sebetulnya. Saya tidak melawan dalam hati hanya malas berargumen. Dan tidak pula tak mau mengikuti nasihatnya. Hanya saja kalau terlalu sering saya memang jadi bosan mendengarnya. Dan karena saya lebih suka melamun sendirian ketimbang bercengkerama bersama keluarga bukan berarti … Continue reading

Saat Blogging Jadi Hobby

Teman saya yang tidak ngeblog tapi aktif di facebook bertanya, apa sih asyiknya ngeblog? Menulis di blog kan lebih susah dari pada update status? Lagi pula apa manfaatnya? Sebenarnya pengen menjawab panjang lebar mengenai manfaat blog ketimbang cuma update status di Facebook atau Twitter. Tapi setelah berpikir sekali lagi saya hanya menjawab diplomatis, “ Nama juga hobby, mana bisa dibandingkan, Jeng ?” Jika segala sesuatu harus diukur dengan keuntungan dan kerugian saya merasa lebih banyak untungnya ngeblog ketimbang cerewet dalam berbagai status pendek. Boleh saja update tiap menit, mencurahkan apa yang terasa, tapi setelah itu apa? Itu pendapat saya. Pendapat … Continue reading

Ditinggalkan

Tak banyak yang datang ke pasar hari ini. Kelihatannya orang mulai berhemat untuk lebaran. Maka pukul satu siang Emak membereskan telur-telurnya. Memisahkan telur ayam dan bebek, mengambil dua butir, memasukan ke kantong kresek hitam. Di dalam kantong itu sudah ada  beras, sayur, minyak goreng dan ikan kering. Kantong kresek itu kemudia dimasukan ke kekeranjang, diikat ke punggung lalu beranjak menuju terminal. Hari itu Emak tidak pulang. Dia menuju kota Baruga berjarak dua kecamatan dari desanya. Di dalam angkot Emak melamun. Tangannya  beberapa kali meraba bungkusan dalam keranjang. Perasaannya hangat kala bahan lembut dari baju bayi dalam bungkusan  itu menyentuh kulit  … Continue reading

Cinta Yang Tak Mungkin

Kami duduk berhadapan di meja kayu yang diatasnya terdapat dua mangkuk soto ayam yang masih mengepul. Tidak berkata, hanya saling menatap dengan perasaan dekat sekaligus jauh.  Tiba-tiba lelaki itu tersenyum.”Ya Allah jangan biarkan air mataku runtuh” Doaku dalam hati. “Ayuh makan dulu” Dia mengambil sendok-garpu dari wadah plastik yang disediakan. Setelah menyeka ulang dengan tisu bersih sepasang diberikan kepadaku. “Kamu dulu mengatakan bahwa soto ayam merupakan cara nenek moyang Indonesia berhemat pemakaian daging..” “Masih berpikir seperti itu” Aku mulai mengaduk soto bagianku dan menambahkan perasan jeruk nipis ke dalamnya. Bagiku soto ayam selalu identik dengan jeruk nipis. Dan selalu seperti … Continue reading

Cerpen : Impulsif

Menurutmu apa yang bisa memicu sebuah Rindu? Tempat dan suasana romantis? Benda-benda tertentu? Aroma parfume atau bunga? Atau kamu sengaja mencari-carinya? Sambil bergumam dalam hati Ratih meraih bekas kotak sepatu yang berdebu dari atas lemari di rumah orang tuanya. Kalau tak salah kotak itu sudah 30 tahun berada disana, terbuang dan dilupakan. ” Hm, tiga puluh tahun ” Ratih bergumam. ” Lalu apa perlunya kubuka sekarang?” Kotak yang ternyata berisi pita kaset lagu-lagu pop dari era 80-an. Walau harus dengan merobeknya Ratih gembira bahwa kondisi mereka  masih baik. Padahal sejak malam midoderaninya, ketika dia memutuskan menyimpan semua kenangan bersama Rudi … Continue reading