Hujan dan Cerita Sesudahnya

Sudah tahu kan bagaimana terjadinya hujan? Panas matahari menyebabkan air di permukaan bumi –bahkan dari tubuh kita  — menguap ke udara. Uap ini kemudian berubah jadi partikel embun, memadat (kondensasi) yang kemudian disebut awan. Awan-awan baru terbentuk, volume masih kecil, kemudian diterbangkan angin untuk  berkumpul bersama kawan-kawannya sampai akhirnya tebal (langit mendung). Pada suatu ketika, butiran air ini terlalu berat. Akhirnya mereka rontok,  kembali ke bumi sebagai hujan. Hujan hanyalah fenomena alam akibat hukum semesta dari sebab-akibat. Takkan ada hujan bila tak terdapat sumber air di bumi. Takan ada hujan jika matahari menolak bersinar. Begitu pun hujan takan terjadi jika … Continue reading