Pagi Berhalimun

Pagi di rumah ibu di awali udara dingin yang menusuk dan suara adzan yang bergema dari segala pelosok. Saya membuka mata, menarik selimut, tetap berbaring, diam-diam mendengarkan awal aktivitas manusia. Tak lama suara motor berdengung, melintas perlahan seolah enggan menembus dingin. Lalu cicit burung pipit yang entah bersarang di mana. Usai menunaikan kewajiban saya bergerak ke pintu. Derit karat engsel membawa pandang ke pagi yang masih pekat. Embun mengambang dimana-mana. Dari lereng bukit turun ke sawah-sawah dan jalanan. Jarak pandang hanya beberapa meter ke muka. Dan pagi tadi aku berpesta dalam embun : Selesai memotret saya cepat-cepat masuk ke rumah … Continue reading

Salam Dari Vientiane dan Jangan Lupakan Kami

Salam Dari Vientiane – Jangan Lupakan Kami Untuk tantangan hari ke-6, #10DaysforASEAN ini, saya sebetulnya ingin berdiri dalam sepatu Presiden  Choummaly Sayasone atau Perdana Mentri Thongsing Thammavong. Berdiri sebagai salah satu pemimpin dalam kawasan ASEAN yang sebentar lagi membentuk Komunitas Ekonomi ASEAN 2015. Tapi itu berarti harus bicara secara retorika. Dan itu garing.  Mematikan sel otak yang membaca. Lagian bagaimana kalau terjadi insiden diplomatik gara-gara saya?  Bukannya malah bikin panas kawasan ? Jadi lebih baik sebagai blogger saja. Blogger bekewarganegaraan Republik Demokratik Rakyat Laos tepatnya. Jadi bayangkan bahwa dalam posting ini saya menulis dalam bahasa ພາສາລາວ phasa lao dengan huruf … Continue reading

Mari Berkisah Tentang Kopi

Mari Berkisah Tentang Kopi – Dan Sediakan Satu Cangkir untukmu. Kalau sedang di rumah, apa lagi sendirian, saya suka meramu minuman kopi. Karena punya akses ke Lampung jadi bahannya selalu kopi dari daerah ini. Racikannya suka-suka saja. Jenis Robusta atau Arabica tidak masalah. Jelajah rasa saya belum seberapa luas untuk mampu menjelaskan perbedaan dari rasa kedua jenis kopi itu. Yang pasti kalau kopi manis saya suka plus mencampur dengan susu kental. Atau menambahkan rempah seperti jahe atau kayu manis. Dan tak jarang juga  saya minum kopi dengan madu. Tapi paling sering menggunakan palm sugar organik. Ini sebentuk penghormatan terhadap rasa … Continue reading

Meet The Lady

Meet The Lady – Selembar Visa untuk Negeri Emas Saya kenal Myanmar atau Burma melalui Aung San Suu Kyi. Karena pemenang Nobel Perdamaian ini dulu sering muncul di TV saat masih jadi tawanan rumah. Senyum dan lambain tangannya pernah menimbulkan rasa tak suka pada pemerintahan negara emas itu. Sebab saya pikir tahanan rumah sama dengan penjara. Pikiran saya yang sederhana keheranan, apa yang ditakuti pihak militer dari wanita yang secara fisik kelihatan rapuh itu? Setelah menonton film The Lady, kisah perjalanan hidup Suu Kyi  yang dibintangi Michel Yeoh, baru paham mengapa anak jenderal Aung San ini jadi momok bagi pemerintah … Continue reading

Indonesia Authentic Diversity

Indonesia Authentic Diversity – Branding Indonesia Saya beruntung terlahir sebagai orang Minang yang terkenal sebagai suku perantau dan berkarakter egaliter. Itu salah satu alasan mengapa Bapak saya enteng saja membawa keluarganya pindah  ke berbagai tempat. Kebiasaan yang secara tak sadar mengekpos saya kontak dengan berbagai etnis Indonesia lainnya . Pernah bertetangga dengan orang Sunda, Jawa, Batak, Ambon, Timor, Tionghoa, Aceh, Arab dan lain-lain. Kulit teman main saya dimulai  dari putih, kuning sampai legam. Mata mereka dari belok, sedang sampai sipit. Begitu pun rambut dari lurus, ikal sampai keriting. Dan tak ketinggalan bahwa bahwa mereka juga  memeluk berbagai kepercayaan. Singkatnya saya … Continue reading