Hujan dan Cerita Sesudahnya

Sudah tahu kan bagaimana terjadinya hujan? Panas matahari menyebabkan air di permukaan bumi –bahkan dari tubuh kita  — menguap ke udara. Uap ini kemudian berubah jadi partikel embun, memadat (kondensasi) yang kemudian disebut awan. Awan-awan baru terbentuk, volume masih kecil, kemudian diterbangkan angin untuk  berkumpul bersama kawan-kawannya sampai akhirnya tebal (langit mendung). Pada suatu ketika, butiran air ini terlalu berat. Akhirnya mereka rontok,  kembali ke bumi sebagai hujan. Hujan hanyalah fenomena alam akibat hukum semesta dari sebab-akibat. Takkan ada hujan bila tak terdapat sumber air di bumi. Takan ada hujan jika matahari menolak bersinar. Begitu pun hujan takan terjadi jika … Continue reading

Tarian Hujan

Hujan adalah musim favoritku. Tidak saja karena omset bisnis gula aren meningkat, hujan membuat udara sekeliling jadi bersih dan segar. Selalu menunggu kedatangan hujan lebat kemudian  teduh. Sebab setelahnya bisa duduk di halaman belakang rumah (biar tak kelihatan tetangga), menghirup aroma yang muncul dalam-dalam. Sensasinya hebat. Seperti menyusu pada bunda alam, menghisap lahap gizi kehidupan. Desember-Januari, ketika hujan merata senusantara, mungkin jadi masalah bagi sebagian orang semisal ombak besar, banjir, kesulitan menanami sawah dan ladang. Namun untukku sendiri inilah musim paling paten untuk bermanja dengan alam. Entah di mobil dalam suatu perjalanan, entah di rumah, hujan ibarat simponi yang meliuk-liuk … Continue reading