Ditinggalkan

Tak banyak yang datang ke pasar hari ini. Kelihatannya orang mulai berhemat untuk lebaran. Maka pukul satu siang Emak membereskan telur-telurnya. Memisahkan telur ayam dan bebek, mengambil dua butir, memasukan ke kantong kresek hitam. Di dalam kantong itu sudah ada  beras, sayur, minyak goreng dan ikan kering. Kantong kresek itu kemudia dimasukan ke kekeranjang, diikat ke punggung lalu beranjak menuju terminal. Hari itu Emak tidak pulang. Dia menuju kota Baruga berjarak dua kecamatan dari desanya. Di dalam angkot Emak melamun. Tangannya  beberapa kali meraba bungkusan dalam keranjang. Perasaannya hangat kala bahan lembut dari baju bayi dalam bungkusan  itu menyentuh kulit  … Continue reading

Cinta Yang Tak Mungkin

Kami duduk berhadapan di meja kayu yang diatasnya terdapat dua mangkuk soto ayam yang masih mengepul. Tidak berkata, hanya saling menatap dengan perasaan dekat sekaligus jauh.  Tiba-tiba lelaki itu tersenyum.”Ya Allah jangan biarkan air mataku runtuh” Doaku dalam hati. “Ayuh makan dulu” Dia mengambil sendok-garpu dari wadah plastik yang disediakan. Setelah menyeka ulang dengan tisu bersih sepasang diberikan kepadaku. “Kamu dulu mengatakan bahwa soto ayam merupakan cara nenek moyang Indonesia berhemat pemakaian daging..” “Masih berpikir seperti itu” Aku mulai mengaduk soto bagianku dan menambahkan perasan jeruk nipis ke dalamnya. Bagiku soto ayam selalu identik dengan jeruk nipis. Dan selalu seperti … Continue reading

Cerpen : Impulsif

Menurutmu apa yang bisa memicu sebuah Rindu? Tempat dan suasana romantis? Benda-benda tertentu? Aroma parfume atau bunga? Atau kamu sengaja mencari-carinya? Sambil bergumam dalam hati Ratih meraih bekas kotak sepatu yang berdebu dari atas lemari di rumah orang tuanya. Kalau tak salah kotak itu sudah 30 tahun berada disana, terbuang dan dilupakan. ” Hm, tiga puluh tahun ” Ratih bergumam. ” Lalu apa perlunya kubuka sekarang?” Kotak yang ternyata berisi pita kaset lagu-lagu pop dari era 80-an. Walau harus dengan merobeknya Ratih gembira bahwa kondisi mereka  masih baik. Padahal sejak malam midoderaninya, ketika dia memutuskan menyimpan semua kenangan bersama Rudi … Continue reading

Berani Cerita #18: Tiket Keberuntungan

” Apa sih nikmatnya nge-blog? Risti tidak sabar saat diminta menunggu 15 menit lagi sebelum kami pulang. Aku sedang update blog. Jelas tak bisa menjawab tentang kenikmatan jadi sebagai seorang blogger. Berpayah-payah cari ide tiap hari lalu menuangkannya ke dalam tulisan. Dan tak jarang menyita waktu. Banyak blogger memanfaatkan blog sebagai mesin pencari uang. Tapi untukku keuntungan finansial jelas tak mungkin. Selain gaji di kantor sudah memuaskan, kebanyakan blogku berisi curhatan. Tak seorangpun mau membayar tulisan lebai karyawati jomblo usia 28 tahun, bukan? Namun begitu lah. Aku terus menulis. Tanpa tujuan pasti blog hendak kemana. Kucing habis melahirkan saja jadi … Continue reading

CLBK

Nomor rumahnya masih sama, 63, tapi penampilannya sudah berubah, lusuh. Padahal dulu gedung termewah di jalan ini, milik orang kaya, strata sosial penyebab terpisahnya aku dan Andini. “Kamu Abdul Cholik?” Tanyanya tak percaya. Andini yang sudah rabun itu berusaha mencari tangan pemuda tampan yang dikenalnya 50 tahun lalu. “Kemana saja kamu? Dia menangis. “ Disini, Andini. Di ulang tahunmu ke-63, akhirnya aku menemukanmu”