Solitaire dan Aku Sendiri

Aku tak mengenal permainan solitaire, bahkan tak tahu jenis permainan kartu apapun hingga detik ini. Sedih amat yah? Begitu lah. Kelihatannya ini warisan masa kecil yang menganggap permainan yang menggunakan kartu remi itu adalah jenis permainan tak baik bagi anak-anak. Tapi sebagai penggemar Carpenters tentu saja aku mengenal lagu Solitaire. Lagu yang menyuburkan hayalku pada masa tumbuh dulu bahwa¬† suatu hari akan bertemu lelaki yang diceritakan dalam lagu ini lalu menikah dengannya. Sekarang coba menuliskan Solitaire dan aku sendiri demi ikut ngontes ūüôā Lucunya sampai game Solitaire ngetop di internet, aku hanya tahu bahwa kata ini cuma dikatkan pada karakter ‚Ķ Continue reading

Tak Tahu Malu!

Barusan baca posting Mbak Mechta tentang rasa malu. Sebuah uangkapan emosi  yang sering juga dipakai untuk mengungkapkan rasa rendah diri. Seperti malu tampil di muka umum yang sebetulnya datang dari rasa diri tak berharga. Malunya si Mbak Mechta membuat aku ingat rasa malu yang lain, rasa malu yang mestinya dipakai, yang menyebabkan mengapa lahir ungkapan itu, namun sering tak dipakai orang. Kejadian di Bandar Internasional Minangkabau kemarin, sesaat hendak balik lagi ke Jakarta. Setelah membayar Airport Tax, di konter sebelah kiri aku perhatikan ada dua orang wanita muda memanggil ibu yang berbaris di depanku dan telah membayar duluan. Ibu yang … Continue reading

Cool and Smart Ciri Semua Blogger

Awalnya, menurutku tidak mudah menentukan kriteria smart and cool dari sebuah blog. Yang paling tepat menentukan tentu adalah pembacanya melalui  survey. Survey? Twing! Itu karena pembaca yang terdampar di blog kita punya kepentingan beragam dengan sudut pandang berbeda. Jika pengunjung blog travelling adalah seorang traveller,membaca tulisan suatu tempat yang disertai informasi lengkap, foto-foto dan ditulis dengan rapi  mungkin dapat mengkatrol sang penulis sebagai blogger cool and smart. Tapi kalau yang tertambat adalah pencari informasi ilmiah, boro-boro bilang  smart, mungkin dengan cepat mereka melarikan diri. Beda ternyata euy! Setelah mengenal beberapa jaringan blogger, jalan antar blog kian kemari, kriteriaku berubah. Batasan … Continue reading

Tarian Hujan

Hujan adalah musim favoritku. Tidak saja karena omset bisnis gula aren meningkat, hujan membuat udara sekeliling jadi bersih dan segar. Selalu menunggu kedatangan hujan lebat kemudian  teduh. Sebab setelahnya bisa duduk di halaman belakang rumah (biar tak kelihatan tetangga), menghirup aroma yang muncul dalam-dalam. Sensasinya hebat. Seperti menyusu pada bunda alam, menghisap lahap gizi kehidupan. Desember-Januari, ketika hujan merata senusantara, mungkin jadi masalah bagi sebagian orang semisal ombak besar, banjir, kesulitan menanami sawah dan ladang. Namun untukku sendiri inilah musim paling paten untuk bermanja dengan alam. Entah di mobil dalam suatu perjalanan, entah di rumah, hujan ibarat simponi yang meliuk-liuk … Continue reading

Si Pulen dan Pak Polisi

Lampu merah jalan Gunung Sahari yang belok kanan membawa kita masuk ke jalan Mangga Dua¬† tak biasanya sepi seperti¬† ini. Lukisan reklame di tiang jalan layang dan polisi yang khusuk berdiri mengatur lalu lintas seakan menyatu dalam meneduhkan tempat yang biasa padat berhimpit oleh aneka kendaraan. Aku suka melihat matahari yang muncrat dari muka, seakan menyapa dan menghangatkan lampu merah tanpa misuh2. Dan iklan si Pulen juga gak terlalu jelek tampil disitu. Oh ya ada yang tahu biaya iklan seperti ini masuk ke kas siapa, pemda DKI atau Jasa Marga? Salam selamat pagi, — Evi From WordPress Mobile