Kompetisi Jambu Organik

Alam senantiasa menuntut makhluk diatasnya agar selalu berkompetisi. Yang baik dengan yang buruk, yang cantik dengan yang jelek, yang besar dengan yang kecil, yang organik dengan regular. Begitu  seterusnya. Jambu diatas datang dari tanah dan pohon organik. Untuk dikonsumsi tentu saja lebih sehat ketimbang jambu biasa yang disemprot pestisida maupun yang diberi pupuk kimia. Tapi penampilannya yang tidak menarik, berlubang dimakan ulat, membuat pelanggan agak ragu memilihnya. Jambu itu saya lihat di sebuah bazzar produk organik. Dan entah kenapa sampai sore dia belum dilirik pengunjung. Saya pikir jambu itu pasti kalah dalam kompetisi penampilan. Sebab tak jauh dari tempatnya diletakan … Continue reading

Blog Kompetisi

Berhubung semakin banyak kompetisi-kompetisi blog di jagat maya, saya pikir perlu juga punya satu blog khusus untuk keperluan tersebut. Untuk menjaga kerapian blog utama agar tidak terlalu aca-kadul. Disamping tentu saja agar seluruh tulisan yang diikutkan pada kompetisi terekam dengan baik. Tidak tahu seberapa kuat saya bisa update blog ini nanti. Blog utama saja kerepotan merawatnya. Tapi tak ada salahnya di coba, bukan? Siapa tahu semangat menulis semakin kencang. Hari kelahiran Blog ini, 14-6-2013, sekitar pukul 9.10 WIB. Salam,

Di Bibir Laut Aku Termenung

Panas mengiring angin sepoi. segala es kelapa muda tersaji dengan pemandangan pantai. Riak ombak bergulung kecil menyapu pasir putih. Perahu dan jukung bermalasan menanti kedatangan ikan yang dibawa para pelaut. Aku duduk termangu, menatap kelelahan, di bawah garangnya sinar matahari. Memutuskan jadi saksi akan sejumput keindahan. Ini lah hidup yang kupilih, menggores sebait kenangan ditiap perjalanan, mencoba memahami mengapa tertambat disini Posted from WordPress Android eviindrawanto.com

Senja di Pintu Tol Kopo

Senja jingga dalam gerimis ini takan sanggup memelintir hatimu untuk berduka. Bagaimana bisa? Coba rasakan sentuhan butir hujan yang menetes pada ujung hidung. Kehangatan yang menjalar dari sana merangkul mesra, memeluk hatimu dan menyentuh tiap jengkal perasaan seperti yang kau inginkan.  From WordPress Mobile

Senja Strawberry

Terpeluk senja merah jambu ketika harapan beranjak  dari dermaga. Kubiarkan kepak  sayap camar membawanya pergi. Kita punya segalanya disini. Seperti kibasan ombak yang melambai di pasir putih saat tersapu bibirmu pada bibirku. Rintihnya mengusap luka kala kelopak rindu yang tergugurkan satu persatu. Ini bukan soal keberanian. Ini pilihan. Angin berbelok pada  ujung doa bahwa kapalmu punya pelabuhan yang menanti. — EVI From WordPress Mobile