Hari Blogger Nasional dan Kredibilitas Blog

Tanggal  27 Oktober dinobatkan sebagai hari Blogger Nasional. Sebuah tengara bahwa aktivitas menulis dunia online kini mendapat pengakuan layak. Agenda yang perlu  diapresiasi bukan hanya dari kalangan blogger tapi juga masyarakat umum. Karena dengan khasanah blogging ini bisa turut memperkaya informasi, penyebaran pengetahuan, dan Insya Allah mempercepat kemajuan peradaban. Karena tak seorang pun bisa mengisi konten (bukan tukang copas) tanpa peningkatan taraf intelektualitas. Begitu pun tanpa kemampuan berpikir abstak mustahil seseorang bisa menulis. Dan kemampuan berpikir abstrak akan meningkat kalau seseorang terus belajar.  Blogging adalah media tiap orang bisa bersuara. Entah mengatakan pendapatnya tentang dunia, menerima pendapat dunia yang ia … Continue reading

Kehidupan dan Topeng Kita

Kehidupan berawal dari rahim ibu. Dunia gelap, sempit, mengurung, tapi hangat dan nyaman. Disini segala keperluaan penopang kehidupan tersedia. Tak perlu kerja dan usaha  apapun mendapatkannya. Serba gratis. Satu-satunya kewajiban hanya menumbuhkan fisik dengan sempurna sesuai doa semua ibu. Sayangnya rahim yang hangat itu hanya persinggahan sementara. Semacam ruang persiapan sebelum diceburkan ke dalam kehidupan yang maha luas dan penuh sesak yang sesungguhnya. Otak yang ditugaskan mengendalikan seluruh fungsi tubuh pun belum disisipi perangkat bagaimana harus berlaku dalam serba ketidak pastian. Itu lah mungkin mengapa kita harus menangis saat lahir. Karena tangis pertama mengatakan pada kehidupan bahwa terputus hubungan dari … Continue reading

Terlalu Banyak Pekerjaan? Coba Pikir Lagi!

Melakukan banyak pekerjaan baik bagi pengembangan pribadi. Terutamanya pekerjaan yang melibatkan otak dan fisik. Bila mereka terus dirangsang untuk bergerak hasilnya tentu kesehatan yang lebih baik. Sejarah pun sudah membuktikan bahwa otak dan fisik yang terus bergerak jauh lebih baik ketimbang  yang menganggur. Namun pada satu titik alam menuntut keseimbangan. Bahwa kelebihan  di satu sisi dan mengabaikan sisi lain mengancam harmonisasi tataan hukum mereka. Artinya bila terjadi disharmonisasi secara otomatis mereka memaksa  agar harmonisasi itu kembali. Kita tidak pernah tahu cara apa yang dipakai alam untuk mengembalikan harmonisasi, yang kita rasakan dan lihat hanya akibatnya. Akibat dari pekerjaan yang tidak … Continue reading

Mencari Mata Rantai

Dalam menulis saya punya satu kelemahan yaitu sering kehilangan mata rantai dalam menyambung berbagai ide yang ingin diungkap. Misalnya untuk menuliskan dua konsep dalam satu kalimat sederhana seperti kursi dan sebuah kota, saya amat kesulitan menemukan mata rantainya. Saya pasti akan berputar mencari rumah atau bangunan terlebih dahulu untuk mengatakan terdapat sebuah kursi di dalamnya. Padahal maksunya adalah kursi unik itu dibuat di kota itu. Tapi itu masih sederhana. Dalam menulis, saat kita mengetuk keyboard untuk sebuah konsep, konsep lain akan muncul tiba-tiba yang saya pikir bagus diletakan untuk menekankan makna kalimat. Sayangnya saya  gelegapan menyambungkan mereka. Kalaupun dipaksa biasanya … Continue reading