Mengapa Pria dan Wanita Saling Merindukan

Bunga matahari adalah Persefone yang dikutuk Helios karena gadis cantik itu jatuh cinta padanya

Mengapa Pria dan wanita saling merindukan:  Anak-anak saya sudah remaja, mulai masuk ke gerbang pergaulan sosial  berbumbu asmara. Mereka mulai  jatuh cinta. Begitu pula efek yg lain dari jatuh cinta yaitu patah hati. Salah satu dari mereka telah mengalaminya.Telak! Ada yang berasumsi jatuh cinta  pada masa remaja hanya cinta monyet. Satu kisah yang tak perlu dianggap  serius. Karena emosi  masih labil,  penuh goncanga dalam tahap pencarian jati diri. Untuk beberapa alasan saya tidak setuju. Karena apa? Karena definisi cinta monyet hanya ada di kamus orang dewasa. Di pihak anak-anak, mereka jatuh cinta secara  serius. Melihat bagaimana Si Bungsu menghias dan merawati … Continue reading

Tarian Balon Udara Dalam Pesona Pagi

Setelah menempuh perjalanan sekitar 8 jam dari kota Yangon akhirnya kami sampai di Bagan. Masih berbalut kantuk, subuh telah lewat, dengan tertatih-tatih saya turun dari mobil travel yang menjemput dari terminal bus. Kegelapan masih sempurna tapi aroma fajar sudah membahana dan menyesak di hidung. Iya pagi ini saya akan naik ke atas Shwesandaw Pagoda untuk menyaksikan matahari terbit. Mungkin pancaran sinar pertama dari mentari yang muncul dari ufuk timur sama di mana saja. Namun tempat kita menyaksikan membuat biasnya  terasa berbeda. Nah dari pelataran tertinggi Shwesandow yang berdiri di tengah lembah, dikelilingi kabut yang tersangkut di pucuk pucuk pohon, hanya … Continue reading

Hujan dan Cerita Sesudahnya

Sudah tahu kan bagaimana terjadinya hujan? Panas matahari menyebabkan air di permukaan bumi –bahkan dari tubuh kita  — menguap ke udara. Uap ini kemudian berubah jadi partikel embun, memadat (kondensasi) yang kemudian disebut awan. Awan-awan baru terbentuk, volume masih kecil, kemudian diterbangkan angin untuk  berkumpul bersama kawan-kawannya sampai akhirnya tebal (langit mendung). Pada suatu ketika, butiran air ini terlalu berat. Akhirnya mereka rontok,  kembali ke bumi sebagai hujan. Hujan hanyalah fenomena alam akibat hukum semesta dari sebab-akibat. Takkan ada hujan bila tak terdapat sumber air di bumi. Takan ada hujan jika matahari menolak bersinar. Begitu pun hujan takan terjadi jika … Continue reading

Bungkus Di Atas Paran

Dulu nenek sering memandangku dengan ekspresi putus asa. Wajahnya tampak nano-nano. Antara marah, kesal dan luruhan kasih sayang. Perkaranya sepele: Ia menganggap aku tak mengerti maksud baiknya. Bahwa ia memerintahkan ini itu tentu bermuatan pendidikan agar aku kelak jadi perempuan yang bisa mengerjakan tugas-tugas rumah. Tapi aku tak melihat ada kebaikan dari perintah-perintah seperti ini. Mengabaikan adalah opsi terbaik. Begitu pun telingaku tak cukup didesain dengan baik untuk menerima segala petuah, nasihat, atau wejangan mengenai konsep anak-anak yang baik. Jadi apa yang harus kulakukan selain memberi wajah lempang sambil mengangguk-angguk berjanji bahwa aku berusaha semampuku agar tak mengulangi lagi.  Tapi … Continue reading

Jangan Membesarkan Hal-Hal Kecil

Hal-hal kecil terkadang indah hanya untuk dirinya sendiri

Saya  menyukai aktivitas fotografi makro. Mengamati benda-benda kecil dari belakang lensa kamera selalu membawa saya ke dunia baru. Sering banget terkesima betapa dunia yang ukurannya sulit diamati mata telanjang sesungguhnya punya konstruksi yang tak terbayangkan. Seperti rangka pohon yang saya temukan di sebuah taman di Bandung. Dengan tangkai penopang jari-jari daunnya yang dari jauh terlihat biasa saja tapi begitu didekati baru tampak betapa rumit konstruksinya. Begitupun melihat sayap capung kala  mengepak lalu bergetar menentang  angin kemudian mendorong ke muka. Sayap transparan itu rapuh namun bisa menentang arus bayu guna menaikan tubuhnya ke atas butuh penjelasan yang panjang. Sebagai ibu dari … Continue reading