Aku Kembali Ke Tempat Ini Untuk Menangis

“Apanya yang indah?” Tanyamu sesaat aku mendesis mengagumi bulatan besar dari bunga matahari yang sudah menghadap ke barat mengikuti sinar panutannya. Aku berpaling memandang semburat jingga di kaki langit. Aku ingin bertanya balik, tentu dengan nada yang ditajam-tajamkan: “Jika kamu bisa mendeskripkan satu kata saja mengapa bunga ini tidak indah, mungkin aku bisa menjelaskan!” Tapi saat memandang ke dalam matamu yang dibingkai kaca mata dengan indah itu, pipiku malah terasa hangat, dan jantung ini mulai berdetak-detak. Sungguh tak sopan, ia bertalu-talu tanpa bisa dikendalikan. Aneh mengapa pandangan geli dari matamu mampu menggelegakan seluruh darah di pembuluh dan syaraf-syarafku? Kembali berpaling … Continue reading

Ditinggalkan

Tak banyak yang datang ke pasar hari ini. Kelihatannya orang mulai berhemat untuk lebaran. Maka pukul satu siang Emak membereskan telur-telurnya. Memisahkan telur ayam dan bebek, mengambil dua butir, memasukan ke kantong kresek hitam. Di dalam kantong itu sudah ada  beras, sayur, minyak goreng dan ikan kering. Kantong kresek itu kemudia dimasukan ke kekeranjang, diikat ke punggung lalu beranjak menuju terminal. Hari itu Emak tidak pulang. Dia menuju kota Baruga berjarak dua kecamatan dari desanya. Di dalam angkot Emak melamun. Tangannya  beberapa kali meraba bungkusan dalam keranjang. Perasaannya hangat kala bahan lembut dari baju bayi dalam bungkusan  itu menyentuh kulit  … Continue reading

Cinta Yang Tak Mungkin

Kami duduk berhadapan di meja kayu yang diatasnya terdapat dua mangkuk soto ayam yang masih mengepul. Tidak berkata, hanya saling menatap dengan perasaan dekat sekaligus jauh.  Tiba-tiba lelaki itu tersenyum.”Ya Allah jangan biarkan air mataku runtuh” Doaku dalam hati. “Ayuh makan dulu” Dia mengambil sendok-garpu dari wadah plastik yang disediakan. Setelah menyeka ulang dengan tisu bersih sepasang diberikan kepadaku. “Kamu dulu mengatakan bahwa soto ayam merupakan cara nenek moyang Indonesia berhemat pemakaian daging..” “Masih berpikir seperti itu” Aku mulai mengaduk soto bagianku dan menambahkan perasan jeruk nipis ke dalamnya. Bagiku soto ayam selalu identik dengan jeruk nipis. Dan selalu seperti … Continue reading

Cerpen : Impulsif

Menurutmu apa yang bisa memicu sebuah Rindu? Tempat dan suasana romantis? Benda-benda tertentu? Aroma parfume atau bunga? Atau kamu sengaja mencari-carinya? Sambil bergumam dalam hati Ratih meraih bekas kotak sepatu yang berdebu dari atas lemari di rumah orang tuanya. Kalau tak salah kotak itu sudah 30 tahun berada disana, terbuang dan dilupakan. ” Hm, tiga puluh tahun ” Ratih bergumam. ” Lalu apa perlunya kubuka sekarang?” Kotak yang ternyata berisi pita kaset lagu-lagu pop dari era 80-an. Walau harus dengan merobeknya Ratih gembira bahwa kondisi mereka  masih baik. Padahal sejak malam midoderaninya, ketika dia memutuskan menyimpan semua kenangan bersama Rudi … Continue reading

Berani Cerita #19: Insiden Zebra Cross

Di sebuah perempatan lampu merah Jakarta, cuaca terik, seorang perempuan tua dengan kerudung dan baju lusuh ikut menyeberang bersama puluhan pengguna jalan lain. Wajahnya tampak lelah.  Kepalanya merunduk sambil mulutnya bergumam seolah menghitung tiap garis putih pada zebra cross. Tepat saat berada di tengah,  mendadak dia berhenti  lalu menjatuhkan diri dengan duduk menggelosor. Karena tak menduga aku yang berjalan tepat dibelakang hampir saja menabraknya. Untung Riza, adik lelakiku, bereaksi cepat dengan menarik tanganku ke arahnya sehingga aku tak hilang keseimbangan. Belum lepas dari keterkejutan tiba-tiba perempuan tua itu berdiri dan menarik bajuku. ” Kamu harus bertanggung jawab!” Teriaknya. Seluruh sistem … Continue reading