Pagi Berhalimun

Pagi di rumah ibu di awali udara dingin yang menusuk dan suara adzan yang bergema dari segala pelosok. Saya membuka mata, menarik selimut, tetap berbaring, diam-diam mendengarkan awal aktivitas manusia. Tak lama suara motor berdengung, melintas perlahan seolah enggan menembus dingin. Lalu cicit burung pipit yang entah bersarang di mana. Usai menunaikan kewajiban saya bergerak ke pintu. Derit karat engsel membawa pandang ke pagi yang masih pekat. Embun mengambang dimana-mana. Dari lereng bukit turun ke sawah-sawah dan jalanan. Jarak pandang hanya beberapa meter ke muka. Dan pagi tadi aku berpesta dalam embun : Selesai memotret saya cepat-cepat masuk ke rumah … Continue reading

Ini Kendaraan Niaga yang Dibutuhkan Pengusaha

Bagi pengusaha  gula aren seperti saya memiliki kendaraan niaga yang tepat  merupakan  keharusan. Awalnya sudah merasa cukup dengan kendaraan kecil yang bisa mengangkut sekian ratus kilo. Karena permintaan masih rendah tak mengalami istilah “harus terseok-seok di jalan” karena kelebihan muatan. Seiring waktu usaha berkembang dan pelanggan juga terus bertambah. Dari angkutan sekitar ratusan kilo kebutuhannya bergerak ke arah tonase.  Dan Arenga Indonesia  yang hanya punya kendaraan angkut dengan kapasitas kecil mulai terseok-seok. Tidak satu atau dua kali kondisi ini jadi penggangu  kelancaran operasi harian. Akibatnya jelas, sistem transportasi yang tak efisien berujung pada banyak kerugian. Lantas saya dan suami pun … Continue reading

Jangan Membesarkan Hal-Hal Kecil

Hal-hal kecil terkadang indah hanya untuk dirinya sendiri

Saya  menyukai aktivitas fotografi makro. Mengamati benda-benda kecil dari belakang lensa kamera selalu membawa saya ke dunia baru. Sering banget terkesima betapa dunia yang ukurannya sulit diamati mata telanjang sesungguhnya punya konstruksi yang tak terbayangkan. Seperti rangka pohon yang saya temukan di sebuah taman di Bandung. Dengan tangkai penopang jari-jari daunnya yang dari jauh terlihat biasa saja tapi begitu didekati baru tampak betapa rumit konstruksinya. Begitupun melihat sayap capung kala  mengepak lalu bergetar menentang  angin kemudian mendorong ke muka. Sayap transparan itu rapuh namun bisa menentang arus bayu guna menaikan tubuhnya ke atas butuh penjelasan yang panjang. Sebagai ibu dari … Continue reading

Mengabarkan Dengan Tersenyum

Bapak Kowi menerangkan Islam dengan tersenyum

Ini Bapak Mohammad Kowi, petugas keamanan  Masjid Putra – Putrajaya – Malaysia. Masjid yang didominasi warna  terakota dan sebagian bangunannya berada di dalam danau, selain sebagai tempat ibadah juga terbuka untuk turis. Tugas Bapak Kowi adalah menjaga garis batas antara tempat turis berdiri dan tempat ibadah. Tapi Bapak yang berasal dari sebuah Desa di Putrajaya ini bukan satpam biasa. Dengan seragam busana melayunya, bahasa Malaysia kental atau Inggris, ia menjawab semua pertanyaan dengan tersenyum. Dengan senang hati ia memperlihatkan Al Quran atau menjawab berbagai isu seputar Islam bila diminta. Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog theordinarytrainer.com”

Ramuan Nano-Nano dari Sang Pencipta

ramuan nano-nano dari sang pencipta

Life may not be the party we hoped for, but while we’re here we should dance.  -Author Unknown Kata mutiara yang saya temukan saat googling ini menghentikan klik mouse sejenak. Mengandung kebenaran yang sulit dipungkiri. Bahwa hidup tidak selalu seperti yang kita ingikan namun karena sudah terhampar di depan mata tidak ada bisa dilakukan kecuali menghadapi segala konsekwensinya. Bahagia atau sedih, hujan atau panas, hangat atau dingin adalah tentang hidup sendiri. Kita tak bisa memilih harus bahagia dan hangat terus. Ramuan nano-nano itu diciptakan Tuhan di dalam laboratoiumnya, diberikan kepada seluruh umatnya yang tujuannya dimaknai berjuta oleh umat itu sendiri. … Continue reading