Fun Walk Kampanye Hemat Energi Potong 10 Persen

fun walk kampanye potong 10 persen

Fun walk dimulai

Fun Walk Kampanye Hemat Energi Potong 10 Persen : Kalau sudah menyangkut penghematan, saya termasuk ibu rewel. Terutama mengenai pemakaian listrik. Jadi sebelum anak-anak keluar saya biasanya bertanya apakah AC, komputer, dan lampu di kamar sudah mati semua? Karena pertanyaan seperti ini sudah masuk ke bawah alam sadar saya, tiap hari keluar saja otomatis. Kadang malah dapat “ledekan” jengkel. Sebelum saya bertanya mereka sudah berteriak duluan: ” Sudah mati semua, Mama!”  Lalu saya akan berceramah tentang penghematan listrik dan mengurangi biaya tagihan. Ketimbang bayar PLN kan lebih baik uangnya disimpan untuk jalan-jalan.

Tapi Apakah hemat listrik hanya bertujuan mengurangi tagihan listrik saja?

Sebetulnya tidak selalu begitu. Tapi saya juga tidak salah. Untung kemarin mengikuti Kampanye Hemat Listrik Potong 10 Persen di Makassar. Wawasan saya bertambah. Kampanye yang dibuat oleh   Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang serentak di lakukan di tiga kota selain Makassar adalah Balikpapan dan Bali memang bertujuan menyadarkan masyakarakat akan krisis listrik yang sedang dihadapi negara tercinta saat ini.

kampanye hemat energi

Potong 10 Persen…Cheeeezzz

Hemat energi melalui hemat listrik tak lain  untuk mencapai energi berkeadilan. Saya memang tinggal di kawasan industri berkembang, listrik berlimpah dan jarang banget mendapat giliran pemadaman.  Tapi kemewahan ini tidak dirasakan oleh  saudara-saudara saya yang tinggal di seluruh negeri. Sebab pasokan listrik yang ada sekarang ternyata belum dapat memenuhi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Belum lagi  permintaan listrik dari konsumen juga terus meningkat setiap tahun.  Baik untuk kegiatan rumah tangga, perkantoran maupun industri.

Teman-teman yang aktif di sosial media pasti acap membaca teman-teman lain yang tinggal di luar Pulau Jawa mengeluh di time line bahwa di tempat mereka sedang mati lampu.  Suplai listrik ke rumah mereka atau tempat kerja mereka sering terhenti yang menyebabkan beberapa pekerjaan ikut terganggu. Ini tak lain karena kurang terpenuhinya energi listrik bagi seluruh masyarakat oleh Perusahaan Listrik Negara.

Nah kampanye Hemat Energi Potong  Persen  tak lain adalah gerakan untuk mengatasi krisis listrik yang sedang terjadi di Indonesia. Karena saat ini berhemat 10 persen lebih memungkinkan ketimbang membangun sumber tenaga listrik yang baru. Menghemat 1 kWh lebih mudah dibandingkan dengan memproduksi 1 kWh.  Hal itu Saya dengar sendiri dari Ibu  Direktur Konservasi  Kementerian ESDM, Farida Zed dalam Acara Kampanye Hemat Energi “Potong 10%”, di Makassar, Minggu, 21 Mei 2017  kemarin.

Kemariahan Kampanye Hemat Energi Makassar

Fun Walk di Pantai Losari

Untuk mencapai energi berkeadilan cara yang dianggap paling feasible saat ini adalah merubah perilaku konsumen. Maka acara Fun Walk di pantai Losari – Makassar bersama komunitas dan masyarakat merupakan sebuah ajakan untuk menggugah masyarakat oleh pemerintah. Mengajak konsumen untuk ikut berperan dalam mengatasi krisis energi dengan menghemat listrik mulai sekarang untuk menjamin ketersediaan energi di masa depan.

Karena semangat kampanye potong persen selain m mengundang juga mengajak, mendorong dan memberdayakan semua kalangan agar berpartisipasi. Agar semua membuat pilihan tepat untuk mengubah perilaku, baik diri sendiri maupun lingkungan. Kampanye potong  persen dilakukan secara persuasif jadi tidak boleh berunsur SARA,menakuti, menimbulkan kebimbangan,  atau mempermalukan pihak lain.

Sebetulnya Apa sih yang bisa kita dilakukan untuk mengatasi krisis listrik yang tengah terjadi sekarang?

Hemat energi! Dan hemat energi dimulai dari perubahan perilaku. Itulah mengapa kampanye ini dilakukan dengan memobilisasi komunitas masyarakat, organisasi sipil, korporasi, agar bersama pemerintah bergerak melakukan sesuatu untuk mencapai kedaulatan energi.

Fun walk di Makassar bukan satu-satunya kampanye dan juga bukan yang pertama dan terakhir yang akan dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Sebab perubahan perilaku menuntut aktivitas terus menerus. Dengan mengorganisasi perilaku kita sendiri dalam menghemat listrik, perilaku tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi lingkungan dimana kita berada. Perilaku dari rumah akan dibawa ke kantor atau ke tempat-tempat institusi di manapun seseorang berkiprah setiap harinya.

Acara yang dimulai sekitar pukul 6.30 pagi waktu Makassar berlangsung meriah. Di buka oleh parade drumband sebagai pendahulu. Setelah kembali ke garis start aksi kemeriahan dilanjutkan oleh Band Alexis.

Ibu Farida di Garis Start

Ibu Farida di Garis Start

Berikut Tips hemat listrik

1. Matikan lampu bilangan tidak digunakan. Agar tidak lupa tempel stiker pengingat yang tersedia di bagian belakang buku ini di dekat saklar lampu.

2. Pergunakan lampu hemat energi atau (LHE) dan kurangi pemakaian lampu bohlam atau pijar. Lampu jenis ini menggunakan energi 80% lebih sedikit dan berumur sampai 10 kali lipat dibanding lampu biasa. Harganya sedikit lebih mahal tapi tetap sangat hemat listrik.

3. Buka tirai jendela di siang hari agar sinar matahari bisa menerangi hingga ke bagian dalam rumah. Cara ini selain hemat juga sehat.

4. Bersihkan lampu secara berkala agar penerangan bisa lebih maksimal.

5. Sesuaikan jumlah titik dan daya atau watt. Menggunakan titik lampu dengan daya rendah akan lebih hemat energi dan baik untuk kondisi mata dibandingkan dengan menggunakan suatu titik dengan daya besar.

6. Hindari kontrol penerangan pada satu titik saja bila ruangan yang harus dicakup sangat luas. Sebaiknya di setiap area memiliki kontrol penerangan masing-masing agar tidak perlu menyalakan seluruh ruangan bila hanya menggunakan sebagian kecil ruangan saja.

Selamat berhemat listrik teman-teman

Ingin mengetahui pendapat kawan lain mengenai kampanye ini? Berikut tulisan mereka mengenai Hemat Energi Potong 10 Persen

Blog Evrina 

Blog Erry Andriyati

Blog Zata Ligouw

Bookmark the permalink.

9 Comments

  1. Ayooo ikut mensukseskan Hemat Energi Listrik …
    #PakaiDenganBijak

    • Betul sekali. Pakailah listrik dengan bijak. Selain berhemat dalam membayar tagihan juga berbagi dengan saudara saudara lain yang membutuhkan

  2. Wah tips nya aku noted deh Tante. Dirumah sekrang tagihan listrik membengkak..

    • Kenaikan listrik tak terhindarkan Memang karena untuk pelanggan yang sebagian besar di Indonesia terbiasa menikmati subsidi, sekarang subsidi tersebut dicabut dan dialihkan kepada yang benar-benar membutuhkan. Setidaknya begitulah penjelasan pemerintah dalam hal kenaikan tarif harga listrik 🙂

    • Iya Jin salah satu cara yang bisa kita lakukan dalam berhemat tagihan adalah berhemat pemakaiannya. Di rumahku juga sampai shok mendapatkan tagihan yang membludak hehe…

  3. Berhemat itu mudah walau dengan sedikit kesadaran saja. Minimal sadar hemat bayar tagihan 🙂

    • Berhemat listrik sepertinya tidak berpengaruh dalam pengeluaran uang belanja. Tapi kalau dihitung bulanan apalagi tahunan hemat 10% itu banyak loh ternyata 🙂

  4. Acaranya seru banget ya mba Evi

Leave a Reply