Small Things but Beautiful

Small Things but Beautiful | Ruangan makan itu berisi kursi warna-warni dan meja-meja  berjejer dengan serasi. Di atas meja-meja itu terletak gelas bening berisi air dan sekuntum bunga mengapung di permukaannya. Bermacam warna bunganya. Ada putih, merah muda dan kuning. Bunga-bunganya sendiri sih tidak istimewa. Kamboja dan Melati Bangkok. Dipetik dari halaman Hotel Express Mangga Dua Jakarta seperti yang saya tulis di blog JEI. Yang membuat istimewa adalah bahwa dia berbaur untuk  membentuk komposisi bersama seluruh printilan yang terdapat dalam ruangan. Efeknya ruangan lebih cantik. Lebih hidup. Membangkitkan perasaan  mewah.  Ini contoh  yang saya maksud dengan judul di atas: Small things but beautiful .

small things but beautiful

Bunga di dalam gelas

Bunga dalam gelas itu  banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sesuatu yang istimwa, hal-hal kecil tapi membawa keindahan saat terjadi.

Apa saja small things but beautiful itu dalam kehidupan sehari-hari? Ini Tiga contoh yang pernah saya alami :

  1. Senyuman

Pernah membaca kalimat bijak bahwa senyuman itu adalah lengkungan yang dapat  meluruskan banyak hal. Saya membacanya sekali dan ingat selamanya. Bukan karena punya daya ingat kuat (saya lemot) melainkan kebenaran yang terkandung dalam kalimat tersebut.

Suatu ketika saya pernah panik sepanik-paniknya mendapati kepala anak saya berdarah saat jatuh dari sepeda. Sepanjang jalan menuju rumah sakit saya seperti orang histeris. Padahal anaknya sih tenang-tenang saja dalam dekapan saya. Kalau pun ia takut lebih kepada kekacauan emosi saya ketimbang rasa sakit yang dideritanya.

Lalu semua berubah. Satu senyum tulus dari suster di ruang ICU sanggup meredakan debar jantung dan tensi darah saya yang bergejolak. Suster yang biasa saya temui sudah sibuk dengan masalah hidupnya sendiri makanya saya memaklumi bila ia  jarang tersenyum. Pun tak berharap mendapat senyum dari suster jaga di ruang ICU.  Namun hari itu saya mendapat senyum. Mungkin Allah yang mengirimkannya.  Hari itu saya rasakan ketulusan dari gadis berambut hitam legam yang disanggul rapi. Tampaknya ia sangat  memahami kekuatiran saya.

  1. Usapan di Kepala

Ibu pernah mengatakan bahwa saya si tukang hati kecil alias sering berkecil hati tanpa diminta. Sekalipun jarang mengakui saya memang mudah kecewa oleh harapan saya sendiri. Berkat terus mendidik diri sendiri sifat yang merugikan ini terkelola dengan baik . Minimal saya jadi bisa menyamarkan. Terutama pada tuntutan pergaulan yang tak elok  memperlihatkan perasaan kecewa secara terbuka.

Tapi dengan orang-orang terdekat saya tak pernah  berpura-pura. Mungkin itu lah mengapa susah senang saya terbaca dengan mudah. Sekalipun begitu  diwaktu-waktu tertentu tidak nyaman juga jika harus memperlihatkan rasa kecewa. Tapi jika ada yang mengetahui lalu bersimpati dengan mengusap kepala atau bahu saya rasanya  seperti melepas saya dari  berkilo beban berat. Dan hari saya akan berlangsung lebih indah.

  1. Altruisme

Bunga di dalam gelas berakar pada kepedulian tingkat tinggi. Saya pernah tergigit lidah oleh seorang wanita tua di jalan raya serpong. Saat itu kami  berdiri di halte dan sama-sama menunggu angkot ke tujuan masing-masing. Saat itu juga kami sama-sama  melihat pecahan kaca di jalan karena berkilat memantulkan cahaya. Entah dari mana datangnya. Yang jelas bekas pecahan botol itu tergeletak agak ke tengah. Saya ingin memungutnya. Tapi langsung  berhenti karena ingat mobil dan motor yang melaju kencang. “Ah nanti  pasti ada orang yang akan melakukan” Pikir saya. Eh belum juga selesai berpikir tahu-tahu  wanita tua tadi  mengangkat tangan, memberi isyarat agar mobil melambat, berjalan perlahan ke tengah lalu memungut beling tadi. Ia memasukannya ke dalam tas.

Saya berpaling dan pura-pura tak melihat. Small things but beautiful bagi wanita tua itu. Tapi  hati saya jadi gelap sepanjang hari.

Apa saja small things but beautiful dalam pengalaman hidupmu, kawan?

 

Bookmark the permalink.

2 Comments

  1. Aku gampang sekali terdistraksi dengan hal2 kecil sehingga selalu mengafirmsi diri dengan kalimat sakti, “dont sweet small stuff, Na”
    Betul kata mbak, belajar mengelola diri. Aku belajar seumur hidupku untuk hal2 seperti ini.

    Soal small things but beautiful, aku suka pelukan yang menenangkan dan pujian yg tulus. Paling bahagia kalau dapatkan itu dari anak2, sahabat dan orang2 terdekat.
    Satu lagi, moment yg sering tapi nggak pernah bosen, yaitu ungkapan cinta pada dua gadisku. Saat aku bilang, I love you, nak. Dan dia jawab I love you much much more, bunda.
    Meleleeeeh.
    *ah, mbak vie bikin aku melo

    • Gampang terdistraksi itu juga masalahku, Mbak Don. Yang gak penting-penting bisa jadi beban pikiran. Kalau sudah begitu timbul deh rasa bersalah. Ngapian juga mau teralih pikirannya, siapa yang suruh, jadi pertanyaan yang akan menyadarkan biasanya..

      Iya, ungkapan sayang dari orang-orang terdekat kita memang lah yang paling menguatkan ya Mbak don.Walaupun kita tahu kita sudah dicintai tapi sesekali butuh juga mendengar dan merasakan langsung seperti pelukan tiba-tiba atau usapan di kepala dan bahu 🙂

Leave a Reply