Saat Blogging Jadi Hobby

ketika blogging jadi hobby

Kegiatan Blogging Bisa Disambi

Teman saya yang tidak ngeblog tapi aktif di facebook bertanya, apa sih asyiknya ngeblog? Menulis di blog kan lebih susah dari pada update status? Lagi pula apa manfaatnya?

Sebenarnya pengen menjawab panjang lebar mengenai manfaat blog ketimbang cuma update status di Facebook atau Twitter. Tapi setelah berpikir sekali lagi saya hanya menjawab diplomatis, “ Nama juga hobby, mana bisa dibandingkan, Jeng ?”

Jika segala sesuatu harus diukur dengan keuntungan dan kerugian saya merasa lebih banyak untungnya ngeblog ketimbang cerewet dalam berbagai status pendek. Boleh saja update tiap menit, mencurahkan apa yang terasa, tapi setelah itu apa?

Itu pendapat saya. Pendapat orang lain mungkin beda.

Berbeda kalau blogging saya perlu menyiapakan bahan tulisan dan riset internet atau buku jika diperlukan. Kegiatan ini mau tak mau membuat saya lebih disiplin.Disamping mencari bahan penunjang tulisan berpeluang menambah pengetahuan, menulis agak lebih panjang melatih otak bekerja lebih teratur. Menulis membantu saya lebih alert, lebih fokus dan lebih menukik melihat sebuah persoalan. Menulis juga merangsang imajinasi saya bekerja lebih giat. Dengan begitu otak terasa lebih segar dan sayanya pun merasa awet muda lebih lama.

Blogging Membutuhkan Waktu

Tapi harus diakakui bahwa ngeblog membutuhkan dedikasi waktu. Saya tidak termasuk blogger yang bisa menulis cepat. Maksudnya satu jam saja bisa menghasilkan satu tulisan. Saya membutuhkan waktu lebih dari itu. Disamping memikirkan apa yang hendak ditulis, mencari bahan pendukung, saya ingin tiap posting yang di lahirkan bermanfaat bagi yang membaca. Maka waktu adalah isu utama dalam karier perblogingan saya.

Sementara itu saya juga harus kerja, membatu suami dalam menjalankan roda usaha. Disamping sebagai ibu rumah tangga tugas juga tak sedikit. Sejujurnya kalau boleh memilih saya lebih suka ngeblog saja ketimbang kerja membantu suami. Tapi apa daya nasib dapur saya bisa terancam kalau saya tak berpartisipasi hehehe..

Jadinya ya harus pandai membagi waktu. Kerja jalan, urusan rumah tangga beres tapi ngeblog juga tak terhalang. Eh gimana caranya?

Ketika Blogging Sudah Jadi Hobby

Pertama-tama sepakat dengan suami bahwa walau ngantor di rumah jam kerja saya tetap seperti kebanyakan orang ngantor. “Mulai jam 8 atau Sembilan dan berakhir jam 4 atau lima sore. Setelah itu saya bebas jungkir balik. Mau baca sampai muntah, cari bahan sampai mabok atau menulis sampai pusing.

Karena yang jadi bos suami sendiri sebenarnya saya banyak melanggar aturan yang saya tegakan sendiri. Soalnya usaha kecil kami emang tak selalu membutuhkan saya dari jam ke menit. Selesai membereskan urusan admistrasi  saya bebas mau ngapain saja. Membereskan rumah tangga, ngeblog atau blog walking bisa dilakukan pada jam sibuk.

Tapi kalau menulis memang tak bisa saya lakukan siang hari. Saya butuh konsentrasi lebih banyak. Sementara kerja serabutan antara jadi bini boss dan pembantu rumah tangga tak jelas benar garis batasnya. Jadi siang hari tak memungkin saya berkonsentrasi. Jadi menulis harus malam hari. Kadang langsung publish tapi kalau belum mateng banget nunggu esok pagi.

Kreativitas Berkembang Bersama Kegiatan Blogging

Akhir-akhir ini saya semakin intensif menulis. Seiring waktu rupanya kreativitas saya berkembang. Merasa saying jika  ide-ide yang muncul di kepala tak dituangkan ke tulisan. Sekalipun akhirnya tulisan itu cuma disimpan di computer karena agak tak enak jika harus di baca publik,  puas saat menyadari bahwa saya telah menghasilkan sesuatu. Akibatnya saya mulai dapat sindiran dari teman-teman offline karena jarang menampakan muka. Habis gimana ya rasanya lebih nyaman tinggal di rumah ketimbang kegiatan lain.

Satu lagi, kegiatan ngeblog memicu  keinginan traveling lebih banyak. Apa lagi anak-anak sudah besar, tak membutuhkan perhatian khusus lagi, relatif waktu membuntuti suami kemana-mana lebih banyak. Soalnya mengambil waktu khusus untuk traveling juga tidak mungkin juga. Karena usaha kecil ini membutuhkan kehadiran pemilik setiap saat. Jadi deh kegiatan bisnis saya sambi dengan jalan-jalan. Entah mengeksplorasi tempat atau wisata kuliner tergantung sikon yang tersedia.

Terakhir…

Blogging merupakan proses kreatif. Blogging adalah kegiatan mencipta. Kegiatan blogging bererkembang setara dengan peningkatan krearivitas.  Pada akhirnya blogging tak hanya bermanfaat bagi yang menulis, Insya Allah juga bagi yang membaca. Jadi bagi yang sudah jatuh cinta ngeblog mari kita tingkatkan kebijaksanaan: Pandai-pandai membagi waktu.

@eviindrawanto

Bookmark the permalink.

28 Comments

  1. Pingback: Pengumuman Pemenang 2nd Give Away

  2. Pingback: 2nd Give Away Closed

  3. Ngeblog itu enjoy, namun harus bisa dikembangkan dengan inovasi biar tidak mebosankan. Apalagi kalau kita sudah memilik lebih dari satu web blog. He,,, he,,, he,,,,

    Salam wisata

  4. Setuju banget deh.. Blogging itu bisa mengasah imajinasi dan kreatifitas!! 😀

    Ayoo semangat ngeblog..

  5. Kalau saya menikmati semuanya uni, menikmati saat menulis, menikmati saat blogwalking. Blogging itu meningkatkan tali silaturahmi, jarang-jarang kita bertemu teman satu daerah di dunia maya, apalagi sesama blogger. 🙂

  6. Saya juga nggak bisa menulis cepat. Apalagi kalau memerlukan gambar. Mengeditnya bisa lamaaa banget. Slow motion aja bawaannya. Tapi tetep asyik laaah…

    • Hehehe..Iya yang nambah kerjaan ngeblog adalah ngedit gambar sampai me-rezienya yang Mbak Niken..Habis gimana lagi posting tanpa foto ibarat sayur asem kurang garam 🙂

  7. Karya selalu lahir dari proses. Selalu mengagumi karya Uni Evi dan mengapresiasi waktu, tenaga dan pikiran yang dicurahkan pada prosesnya. Happy blogging Uni. Salam

  8. Awalnya blogging karena dikompori istri, eh lama kelamaan jadi kegiatan rutin. Walaupun masih jadi blogger newbie, Insya Allah jadi blogger yang konsisten ke depannya. Sepertinya blogging sudah menjadi hobby saya saat ini 🙂

  9. saya juga lebih suka blog, mba.. meski ga harus tiap hari kayak dulu, sesempatnya saja..
    fb cuma buat konek ke temen2 aja… udah bukan jamannya kali ya buat saya

  10. tulisannya, jadi bikin semangat lagi nih…
    masih belum bisa bagi tugas crafting dan blogging.
    semoga bisa berjalan beriringan bergandengan tangan 😀

  11. Semua orang bisa nyetatus di FB
    Semua orang bisa berkicau di Tweeter

    Tapi TIDAK semua orang bisa nge BLOG
    Itu sebabnya saya bangga menjadi Blogger

    Salam saya Bu Evi

  12. Kadang saya memanfaatkan waktu luang saya di kantor dengan ngeblog atau blog walking. Daripada ngegosip di ktr hehe…

  13. Ety Abdoel (@ety_abdoel79)

    Nggak heran jika tulisan Mba Evi selalu bernas pasti karena ditulis dengan cermat. Soal menyiasati waktu, kita memang harus pandai-pandai memanfaatkan waktu yang terbatas. Awalnya berat, lama-lama terbiasa. Awalnya iseng malah ketagihan, rasanya ada yang kurang jika berhenti ngeblog.

    • Aiiihh terima kasih, Mbak Ety. Seperti kata pepatah alah bisa karena biasa. Blogging lama-lama emang nyandu..Jadinya kalau tak bisa membagi waktu akan repot akhirnya 🙂

  14. aku setuju dengan statement diatas…ibarat jejak dari sebuah perjalanan. kita bisa hilang dari semuanya namun karya karya terdokumentasikan dengan baik disini dan slalu bermanfaat.

    • Iya Bang, blogging juga adalah dokumentasi hidup yg sewaktu 2 bisa kita tengok ke belakang, membandingkan apakah kita masa kini lbh baik dari masa lalu, Jangan2 malah sebaliknya 🙂

  15. Bloging memang membutuhkan waktu, untuk bisa konsisten ngeblog harus pintar-pintar ngatur waktu ya bunda evi..
    salam 🙂

Leave a Reply