Mari Berkisah Tentang Kopi

Mari Berkisah Tentang Kopi – Dan Sediakan Satu Cangkir untukmu.

Kalau sedang di rumah, apa lagi sendirian, saya suka meramu minuman kopi. Karena punya akses ke Lampung jadi bahannya selalu kopi dari daerah ini. Racikannya suka-suka saja. Jenis Robusta atau Arabica tidak masalah. Jelajah rasa saya belum seberapa luas untuk mampu menjelaskan perbedaan dari rasa kedua jenis kopi itu. Yang pasti kalau kopi manis saya suka plus mencampur dengan susu kental. Atau menambahkan rempah seperti jahe atau kayu manis. Dan tak jarang juga  saya minum kopi dengan madu. Tapi paling sering menggunakan palm sugar organik. Ini sebentuk penghormatan terhadap rasa mewah yang dibawa kopi.

Kopi merupakan jenis minuman paling luas di terima di dunia. Melompati batas kelas sosial, agama, etnis dan negara. Tersedia dari warung kecil sampai hotel bingtang 10. Diminum dari pagi sampai malam. Bahkan atribut kampung saya di Sumatera Barat tidak lengkap tanpa kehadiran “Lapau”, kedai kecil tempat para bapak minum kopi. Ditemani ketan, goreng pisang dan terkadang permainan domino.

Jadi kalau lah ada yang berniat mempersatukan umat manusia dalam satu kesepakatan pergunakan lah kopi sebagai alat negosiasi.

Bagai mana tidak. Dimulai dari Afrika, budidaya kopi berkelana dari timur hingga ke barat. Sebaran terbentang sepanjang garis sabuk tropis Cancer dan Capricorn. Yang merupakan wilayah  ideal bagi tumbuhan Coffea karena curah sinar matahari dan hujan sepanjang tahun. Suhu stabil sekitar 70 º F (20 º C), tanah berpori dan kaya nutrisi.  Itu lah mengapa pohon dengan buah bulir-bulir kecil ini di jadikan andalan ekonomi bagi puluhan negara. Sumber hidup bagi sekitar 25 juta jiwa. Dan sebagai komoditas alam nilai moneter hanya dilampaui oleh minyak.

Bangga saya membayangkan bahwa Indonesia memproduksi sekitar 6.7 juta karung kopi pertahun. Jumlah yang menempatkan jadi produsen nomor 3 terbesar di dunia. Diatasnya bertengger Brazil dan Columbia dan di bawah disusul Vietnam dan Mexico.

Biji Kopi

Perjuangan ASEAN Merebut Pangsa Pasar Kopi Dunia.

Dua penghasil kopi terbesar dunia berada Di ASEAN. Kebetulan pula dua negara ini masuk jajaran negara berkembang. Sementara negara tujuan utama ekspor kopi adalah negara industri seperti Jepang, USA dan Eropa. Dan permintaan standar mutu kopi dari pasar ini sangat tinggi sekali.

Kebanyakan itu lah persoalannya, produser kopi tak sanggup memenuhi standar premium tersebut. Apa lagi Indonesia yang 96.3 % luas areal berasal dari perkebunan rakyat. Sisanya baru dibagi oleh Perusahaan Besar Negara dan Perusahaan Besar Swasta yang masing-masing berbagi kue 1.8 % dan 1.9 %. Jadi butuh usaha ekstra agar memenuhi kualitas ekspor dan diterima konsumen negara maju.

Bahkan sekitara tahuan 2000-an Vietnam pernah mengalami prahara kopi. Sebagai komiditi pendapatan utama namun produk mereka ditolak pasar ekspor karena bermutu rendah. Prahara yang berbuntut turunnya produksi hampir separuhnya dan produsen frustrasi dengan menelantarkan perkebunan mereka.

Dengan Kopi Specialty Menuju Pasar Ekspor

Untungnya selera pasar dunia berubah. Mereka menginginkan tak sekedar kopi tapi non konvensional yang terkenal sebagai kopi special (specialty Coffee). Ini adalah kopi bercita rasa khusus dan unik karena dipengaruhi lingkungan tumbuhnya.

Dari sanalah Indonesia masuk. Karena kita mempunyai Kopi Mandailing, Lintong, Gayo Mountain, Java Arabica, Kintamani, Toraja-Kalosi, Flores-Bajawa, Baliem dan Luwak. Masuk ke pasar ekspor dengan identitas specialty ini relatif lebih mudah ketimbang bertarung di kopi konvensional. Dan tampaknya ini strategi jitu. Sekarang siap yang tak kenal Kopi Luwak?  Bahkan Vietnam pun sekarang meniru membiakan luwak dalam memproduksi kopi bercita rasa fantastis ini. Dan saya pernah melihat kopi Toraja ditampilkan dalam Drama Korea berjudul Coffee Prince.

Begitu pun Vietnam sejak mengijinkan perusahan-perusahaan swasta mengembangka kopi, mereka menumbukan specialty coffee di Propinsi Dak Lak dan Highland Coffee. Sejak itu ekspor mereka kembali meningkat.

Kopi Daun. Cara orang Minang minum kopi

Produksi Kopi Bersama Indonesia – Vietnam

Dalam Kerjasama Ekonomi ASEAN nanti, tidak tertutup kemungkinan Indonesia-Vietnam melakukan produksi bersama. Kedua negara ini punya iklim relatif sama. Coffee culturenya pun tak banyak berbeda. Hanya memang perlu penyesuaian disana-sini. Misalnya menemukan jenis tanaman yang cocok diangkat sebagai brand ASEAN.

@eviindrawanto

#10daysforASEAN #day 5

Bookmark the permalink.

14 Comments

  1. Ada informasi baru saya dpt dari tulisan ini kak Evi. Hmm pernah ada prahara kopi di Vietnam ya?
    Trus ttg permintaan premium itu … pastinya butuh usaha keras kalau Indonesia dan Vietnam yang sama2 negara berkembang ini mau kolaborasi ya?

    Sukses ya kak … 🙂

  2. Kopi itu enak ya, mbak. Tapi saya kurang menyukainya kerana bau dan kesan baunya. 😀

    • Iya kopi itu caffeinnya memang suka bikin perut bermasalah, Mbak Fatimah..Begitu pun aromanya, yang enak bagi saya ternyata tak cocok juga bagi setiap orang 🙂

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Evi…. Blog baru ya mbak. Saya bukan penggemar kopi kerana kurang suka baunya dan kesan dari baunya. 😉 Saya suka minuman coklat dan susu segar, mbak. Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 😀

  4. Salam kenal uni Evi.
    Dari beberapa tulisan peserta menulis di blog untuk #10daysforASEAN, tulisan2 Uni-lah yang paling mencuri hati saya.
    Datanya lengkap, tulisan terstruktur, gaya bahasa yang ciamik dan gambar-gambar pribadi yang indah.
    Jujur, saya menjagokan tulisan2 Uni, boleh yaa.
    Aku sukaaa banget bacanya, jadi banyak belajar.
    Terima kasih untuk tulisannya yang “totally posting” …

    • Aiiihhh..Terimakasih Winny..Pagi-pagi senang banget baca komen ini..Amin. Semoga doa Winny terkabul nih, tulisan saya jadi jagoan di lomba ini hehehe..

  5. uni, aku nggak terlalu menikmati minum kopi. tapi sangat cocok dengan kawa

  6. Ejawantah Wisata

    Bagi pecinta dunia kopi, kopi yang ada di Indonesia merupakan kopi yang memiliki kualitas yang baik, dan di beberapa daerah yang ada di indonesia juga memiliki citra rasa yang khas. Dan yang terpenting saya merupakan salah satu pecinta kopi juga. He,,,, he,,, he,,,,,

    Salam wisata

  7. ada foto kawa daun juga diatas ya bunda evi… minuman satu ini bisa jadi potensi yang besar di pasar mancanegara jika digarap dengan serius ya bunda..

    • Kopi kawa itu emang unik, Jo..Tapi sebelum ekspor banyak yg harus dilakukan dulu..seperti mengenalkan culture kopi kawa itu dulu ke pasar..:)

Leave a Reply