Bermain di Taman Berkat

Ada yang mengatakan bahwa hidup adalah perjuangan. Maka agar tercapai hidup bermakna kita harus kerja keras dalam menjalaninya. Ada pula yang mengatakan bahwa hidup perhentian sementara dari perjalanan yang sangat panjang. Maka cara paling baik dalam menjalaninya berbuat pahala  agar berujung pada surga.

Begitu lah! Banyak sekali definisi tentang hidup yang kalau dikaji bisa menghabiskan air di tujuh samudera sebagai tinta menuliskannya. Namun  apapun sudut pandang yang digunakan, saya sangat setuju pada pendapat yang mengatakan bahwa hidup tak lain  adalah  Taman Berkat. Dengan kata lain hidup tak lain dari taman bermain  yang diciptakan Tuhan bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Teman-teman pasti tahu bahwa konsep dari semua taman bermain adalah kegembiraan. Dimana setiap pengunjung yang masuk akan menemukan penghiburan dari tiap atraksi yang tersedia di sana.

Dunia Dalam Taman Berkat

Kita jelajahi taman berkat itu bersama jutaan manusia lain yang memandang hidup lewat definisi masing-masing. Tak soal apakah yang satu cocok dengan yang  lain atau sebaliknya  yang jelas ada takdir yang mengikat kita. Takdir itu terwujud pada kenyataan bahwa kita saling membutuhkan. Tidak akan ada yang survive di dunia tanpa kehadiran orang lain, bukan?

Berpikir Positif

Berangkat dari pemikiran itu, bagi saya sangat masuk akal bila mendidik diri sendiri untuk menerima setiap atraksinya dalam balutan pikiran positif. Pikiran yang akan merubah gelap jadi terang, lengkung jadi lurus, air mata jadi tawa, kesederhanaan jadi kemewahan atau kutuk jadi syukur.

Tanpa pikiran positif sulit bagi saya menerima beberapa kegagalan dalam hidup. Misalnya pernah seorang pelanggan besar kami memutuskan mencari suplier lain yang berakibat penuhnya gudang kami oleh barang-barang yang belum terjual. Sementara semua modal masuk ke dalamnya. Kalau saja memilih berpikir negatif dan menganggap itu lah akhir dari bisnis gula aren, saya yakin kami tidak akan pernah bangkit dari kejatuhan dan bertemu pelanggan besar lain seperti sekarang.

Saya percaya bahwa  memelihara pikiran positif  merupakan syarat utama bermain dalam Taman Berkat. Lampu-lampu yang tadinya samar di kejauhan pada akhirnya mendekat dan memberi penerangan pada alam sekeliling. Hanya dalam penerangan itu lah segala hal bisa disyukuri.

Kalau pun bisa dianalogikan sebagai senjata, pikiran positif merupakan senjata paling dahsyat. Coba saja gunakan pada ujung jari dan kita pun akan merubah dunia. Sentuh  dan menyalakan pelita dalam jiwa orang lain dengan cara menunjuk  pada hal-hal postif yang ada dalam diri mereka.

Selamat bermain di Taman Berkat teman-teman 🙂

@eviindrawanto

Bookmark the permalink.

15 Comments

  1. bermain sambil belajar 🙂

  2. huwah…headernya keren bgt tante *komen oot bgt* hehehe

    Oh iya, maafkan terlambat, mohon maaf lahir dan batin ya, Tan *peluk*

  3. Sulit utk selalu berfikir positif, tapi berfikir positif sangat dibutuhkan kita sebagai manusia. Oleh karena itu, harus selalu belajar dan berusaha utk selalu bisa berfikir positif. Dan saya pun sedang belajar dan berusaha ke arah sana. Semoga dimudahkan.

  4. Wah sepertinya saya pendatang baru nih hhiehiehie. Salam kenal aja ya. Penggambarannya begitu dahsyat. “air di tujuh samudera sebagai tinta menuliskannya”. Begitu inspiratif dan menggugah kita semua. (simplyasep.blogspot.com)

  5. berpikir positif memang sgt dibutuhkan dlm hidup..gk bisa dibayangin kl hidup penuh prasangka buruk pada apapun dan siapapun..pst kita gak bakal bisa menikmati hidup ya mb..

    sukses ngontesnya mb 🙂

  6. makasih atas partisipasinya dalam TGFTD – Giveaway ya mba.

  7. Esti Sulistyawan

    Kalo saya suka sama bunganya Bu Evi
    Berpikir positif, mudah diucap sulit dilaksanakan
    Saya sedang belajar terus 🙂

    • Betul Mbak Esti..Berpikir positif itu seperti juga olah raga, kayaknya kontrak seumur hidup yg harus terus menerus dilatih. Makasih ya Mbak

  8. #mau komen headernya, aku suka banget..!

    suka dengan tulisan ini, penting buat aku juga.
    makasi ya uni..

Leave a Reply