Kerja Sambil Wisata

Kerja Sambil Wisata – Gue Banget!

Sebagai patner suami dalam bisnis gula aren saya banyak menghabiskan waktu di pelosok. Hampir saban minggu meninggalkan rumah dan menginap disana. Terutama saat-saat awal memulai bisnis, becek, pacet atau lintah jadi teman sehari-hari. Desa terpencil minim  fasilitas itu harus diakrabi  karena pohon aren yang jadi sumber gula  memang lebih suka tumbuh di pegunungan.

Terbiasa hidup di kota dengan segala kemudahan lalu masuk ke lingkungan yang berbeda tentu tidak mudah. Walau mengetahui bahwa sumber kehidupan kami di sana, tak urung saya harus berjuang melawan berbagai ketidak nyamanan. Mandi saja menggunakan air yang mengalir dari gunung. Sudah udara dingin bayangkan bagaimana dinginnya saat diguyurkan ke tubuh. Gigi terus gemeretak  sampai-sampai rahang jadi pegal dibuatnya.

Begitupun dengan akomodasi, saya harus tidur di rumah penduduk. Rumahnya sendiri tak masalah toh di Tangerang rumah saya juga tidak bagus. Yang masalah  tuan rumah banyak sungkannya. Saat makan pun mereka menunduk dan jarang bicara kalau tidak kami mulai. Suasana seperti itu tentu saja masalah bagi saya yang tak terlalu pandai ngobrol ngalor-ngidul, membuat nasi serasa sekam.

Bless in Disguise dalam Bisnis Gula Aren

Seiring berjalannya waktu kami mulai diterima jadi bagian dari pengusaha gula aren. Artinya para petani itu sekarang tidak lagi terlalu sungkan berkrab ria dalam memperlakukan kami sebagai mitra mereka.

Kalau menengok ke belakang dari titik ini sekarang, betapa saya berterima kasih ditunjukan Allah berbisnis gula aren. Hasil dari pemerasan keringat tak hanya bisa mengasapi dapur dan menyekolahkan anak-anak, tapi juga membuka mata bahwa kesederhanaan hidup, minimnya fasilitas, bisa jadi jalan surga menuju pertumbuhan batin.

Jadi bisa dimaklumi kalau sekarang saya betah tinggal di desa terpencil. Sangat menikmatinya malah. Betapa kehidupan di sana sebenarnya berlimpah. Dimana bisa mandi air segar,  jernih dan penuh oksigen kalau bukan di pegunungan? Dimana bisa makanan organik yang dipetik langsung dari kebun? Dimana bisa  menikmati keeksotisan rasa dari gulai mayang aren muda? Mencium aroma wangi dari nira yang baru diturunkan dari pohon? Menikmati kue-kue tradisional yang resepnya tidak pernah keluar dari kampung itu? Bahwa  beras berwarna ungu dan bunga tebu ternyata enak dimakan?

Kalau tidak  turun ke desa terpencil dari mana saya bisa memperoleh semua pengalaman tersebut? Tidak akan pernah!

Diatas semua itu saya sekarang lebih memahami bagaimana petani aren menjalani kehidupan sehari-hari. Bahwa hidup begitu sederhana. Bahkan tak perlu merisaukan  harga-harga kebutuhan dasar yang sedang melambung di pasar. Karena sawah dan kebun mereka bisa menyuplai kebutuhan tersebut .

Bisnis gula aren juga sering membuat saya bernostalgia dengan masa kanak-kanak, ketika hidup di kampung bersama nenek dulu. Betapa indahnya kembali melihat ikan-ikan berenang di sungai berair jernih. Berdiri  di pematang sawah menikmati aroma padi yang sedang berumbut. Memandangi burung pipit yang mencuri bulir-bulir padi. Menikmati langit biru terbuka bersepuh awan putih seperti kapas.

Kalau tidak berbisnis gula aren dari mana saya bisa menikmati semua kemewahan itu?

Bookmark the permalink.

13 Comments

  1. Saya pun selalu berangan-angan untuk bisa tinggal di desa.. kangen akan kesejukan udara dan keindahan pemandangannya..
    Salam kenal, ramaikan juga GA diblog ku yaa.. 😀

  2. Saya sekarang juga tinggal di desa mbak. Menikmati ketidak semrawutan kota, dinamisasi dengan alam, keramahan penduduknya 🙂

  3. Waah blog baru ya kak Evi?

    ALhamdulillah ya .. berkah Allah. Jalan rezeki sekaligus pengayaan batin

  4. BlogS oF Hariyanto

    saya juga mau kembali ke desa, kembali menikmati kemewahan alam yang sangat natural…., masih teringat ketika pagi2 buta saya menikmati ari gula yang aren yang sangat manis dan menyegarkan serta menambah vitalitas…. hhhmmmm,
    selamat berlomba sobat, semoga menjadi salah satu yang terbaik…salam 🙂

  5. lagi2 aku nggak tau uni punya blog ini…
    kerja sambil jalan2 kalau dinikmati pasti punya keindahan tersendiri…, mau dong seperti uni ..

  6. itu sungguh jalan surga uni, surga dunia pun iya..
    coba tanya siapa yang pernah makan gulai mayang, pucuk tebu
    itu jelas2 bikin aku iri.. begh..!!!!

Leave a Reply