# Lampung 3: Mengamati Krui di Pesisir Tengah, Lampung Barat

Alun2 kota dengan tugu ikan blue marlin, temaram dalam cahaya sore

Sekitar pukul empat sore, setelah meninggalkan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan kami sampai di Pasar Krui, ibu kota Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Lampung Barat. Matahari pukul empat yang memancar searah kami datang, membuat kota kecil ini ditelungkupi bayang redup di bawah langit biru dan sedikit temaran warna jingga. Tampak tenterman di kejauhan. Sesaat melewati Jalan Merdeka dan masuk Jalan Jaya Wijaya mata saya di sergap oleh sisa kegiatan pasar di sebelah kiri. Terlihat beberapa orang Bapak tengah melakukan transaksi ikan. Mungkin sisa tadi pagi atau baru naik dari laut, saya gak tahuΒ  pasti.

Krui merupakan kota pesisir yang menghadap langsung pada samudera hindia. Selain bertani dan berdagang mata pencaharian penduduknyaΒ  mencari ikan di laut. Tak jauh dari sana ada tempat pelelangan ikan bernama Kuala Stabas. Laut sebagai sumber ekonomi utama daerah ini ditandai dengan pendirian patung ikan Blue Marlin di alun-alun kota. Konon di sekitar perairan laut Krui memang banyak terdapat ikan ini. Bahkan kuliner yang paling terkenal disini adalah bakso ikan blue marlin.

This slideshow requires JavaScript.

Sejak siang perut hanya dapat ganjalan roti. Maka begitu sampai di Krui mata jelalatan mencari rumah makan untuk menjinakan naga-naga di dalam. Mumpung sudah di Krui, dekat desa nelayan pula, mata mencari tempat makanan yang bisa mewakili kuliner daerah ini. Sayangnya sudah dua kali bolak-balikΒ  sekitar jalan Kesuma, tempat makan yang menonjol lagi-lagi cuma RM Padang. Dalam hati saya bertanya-tanya kemana gerangan Seruit, Gulai Taboh, Pindang baung dan teman-temannya itu? Masa iya tidak ada yang kepikiran membuka rumah makan menu khas Lampung disini? Bahkan saya juga mencari warung bakso ikan blue marlin yang banyak dibincangkan orang sebagai makanan khas pesisir Lampung Barat ini. Namun menurut bapak yang ditanyai warung itu tak ada disana. Sayang sekali.

Setelah menjinakan piraan di RM Padang baru lah bergerak mencari hotel. Krui dengan pantainya yang cantik dan ombaknya yang tinggi sekarang terkenal sebagai tempat bersilancar bagi para bule dan maupun pesilancar lokal. Jadi tidak sukar menemukan penginapan disini. Di sekitar Pasar Krui ada Monalisa Stabas, Wisma Selalau dan beberapa losmen kecil. Mendekati pantai Labuhan Jukung dan Pantai Tanjung Setia juga ada guest house dan beberapa cottages. Saya lihat semua memang bukan tempat penginapan mewah. Mungkin karena kebanyakan tamu yang datang kesini adalah backpackers atau golongan ekonomi lemah seperti kami hehehe…

Setelah beres dengan hotel tiba saatnya menkmati sunset di Labuhan Jukung. Tapi soal Labuhan Jukung dan Pantai Tanjung setia tunggu di notes berikutnya ya πŸ™‚

Salam,

— Evi

Bookmark the permalink.

45 Comments

  1. Maaf Mbak Evi, comment di thread yg sudah lama.
    Saya kebetulan butuh rumah kontrakan di Krui. Bagi yang tinggal di Krui mungkin ada yang berminat mencarikan. Minimal 3 tempat tidur, lebih juga tidak apa-apa, ada garasi atau halaman cukup untuk parkir mobil dan agak jauh dari pantai. Komisi nanti dibicarakan.
    Boleh langsung SMS/call ke 0818101978. Terima kasih.

  2. itu tugu datuk alias DAmar TUhuK, ikon kota krui

  3. Salam..sy hasan..sy dlm waktu dekat berencana akan ke krui..tp sy blum tau tentang tempat penginapan di sini..sy lebih memilih losmen atau wisma murah..maklumlah kita orang bawahan..apakah ada losmen dan wisma murah di krui..kalau ada kira2 berapa tarifnya utk yg murah..?..sekian pertanyaanya dan trm kasih ya..atas infonya..

    • Malah di Krui tak ada hotel mahal..:) Sepanjang pantai Krui, banyak rumah penduduk yg disewakan sebagai losmen. Datang saja Bro..Karena ini bukan pantai yg ramai seperti Bali, penginapan ada tersedia setiap saat..Sayang saya gak punya kontak losmen yg pernah kami inapi..:)

  4. sy lahir dan dibesarkan di lampung (tanjungkarang) sampe kelas 1 SMA (th 1970), sekarang saya di yogya. saya pernah ke Krui tapi waktu itu jalannya jelek sekali bikin perut mules. ya sy kangen sm seruit dan pindang baungnya. meskipun sy sering bikin pindang tp bukan ikan baung (patin) jd yaa.. beda… kangen jg sm temen2 di sana dan pentainya yang cantik..

    • Untuk sekarang, Krui jalannya sdh bagus deh Mbak Wahyu..Dan benar pantai2 di Lampung cantik-cantik, airnya biru kehijauan seperti batu permata..:)

  5. pernah dibesarkan di lampung tapi belum pernah denger eksotisnya hemm lanjut baca lagi ah

  6. bagi yg ingin menikmati keindahan pantai krui kami menyediakan kamar2 murah dan nyaman didekat pantai hanya 75.000/orang/hari sudah termasuk sarapan, hubungi saja mr disa 085383710078 atau freshboyz_29@yahoo.com

  7. Hehehehe… keasyikan baca postingan soal kuliner, saya kira Krui itu juga nama makanan… Nama kota toh rupanya…. Cantik ya kotanya….

  8. aku juga asing dengan nama2 makanan yg disebutin mba evi…
    belum pernah kesana πŸ™‚

  9. Priiiit, pengemudi speda motor banyak yang tidak pakai helm.

  10. melihat fotonya agak males…
    kabel bertebaran ga jelas..
    πŸ˜›

    • Iya, ini kan ciri khas pembanguna di masa lalu, kabel-kabel listrik dan telepon bergelimpangan di udara..Tapi mending di udara saja dari pada dalam tanah, kita gak akan tahan kalau PLN dan Telkom gantian gali menggali di tempat yg sama. Mereka kerja kan tak terorganisasi..siapa yg punya hajat ayo saja gali, gak mikirin para pejalan yg terganggu πŸ™‚

  11. iya ya.. di Lampung nggak ada yang sediakan makanan khas sana
    kamipun kalau nyeruit ya di rumah aja Ni..

  12. hehehe…sama tuh sama koment mbak lidya saya..biasa makan nasi biarpun perut dan kenyang dengan berbagai makanan kalo belom makan nasi rasanya blom makan πŸ™‚
    wah dokumentasi jalan jalannya keren nieh…jadi gigit jari..pingin jalan jalan πŸ™‚

  13. wow, tulisan edisi Lampung ini hingga 3 edisi ya…. kayaknya masih bisa dilanjut neh…. Membacanya, mengingatkan saya saat dulu mahasiswa pernah diajak kawan ke Lampung, nginap seminggu di Kotabumi, juga jalan-jalan tentunya. Tapi, membaca postingan ini, sungguh terima kasih saya, ternyata banyak yang belum saya kunjungi.

    • Insya Allah masih banyak edisi ke depan Pak Akhmad..Cuman ya menuliskannnya saja saya sedang malas gara-gara sdh kecapkeak kerja..Memang Lampung cukup luas Pak dengan budaya dan pemandangan alamnya, rasanya gak akan cukup waktu seminggu untuk dijelajahi πŸ™‚

  14. Mbak, kalo mau makan pindang baung, ke Palembang yuukk..di sini di rumah makan yang menawarkan aneka pindang biasanya ada juga yang nyediain pindang baung πŸ˜€

    Memang yaaa rumah makan Padang berjaya di mana-mana, hehe

    • Yah kok dekat amat nyari pindang baungnya Jeng Lissa. Gak ada yg lebih jauh? Hehehe..Emang orang padang kalau pergi merantau, keingatan pertama usaha adalah rumah makan, setelah itu baru jualan baju atau tekstil πŸ™‚

  15. Wah… .seruit… .dah kangen nih rasanya… .terakhir makan di tahun 2005 di rumah saudara di Tanjung Karang… .sekarang dah lupa rasanya… .jadi pengen nyobain lagi… .

    • Kalau di Rumah Kayu – Bandar Lampung ada menu Seruit Pak Johar. Jadi kalau jalan-jalan ke Lampung bisa ngilangin kangen dan kembali mengingat rasanya kesana πŸ™‚

  16. kalo oleh-oleh khas lampung itu, kripik pisang nya buk yang beranega ragam rasa.. dhe pernah mendengar daerah Krui, tapi sepertinya belum pernah kesana.. hehe πŸ˜€

  17. seruit, gulai taboh, pindang baung, sangat asing nama menu ini mbak di telingaku, jadi penasaran kayak apa rupa dan rasanya … seperti biasa fotonya cantik cantik mbak, cerahbercerita banyka, foto masjidnya cantik juga ya πŸ™‚
    thanks for sharing πŸ™‚

    • Makanan khas lampung ini emang agak sukar ditemukam Mb Ely. Temanku yg dari Krui mengatakan, kecuali sengaja dimasakinn oleh orang Lammpung. Terimma kasih pujiannnya atas foto2 saya. Masih belajar dilevel technical,,belum masuk ke seninya πŸ™‚

  18. Ga tau kenapa, foto2 kegiatan masyarakat di atas nampak sexy bgt buat saya..

  19. salut dengan mbak Evi ini…semua moment dibuat indah banget…jalan2 yang indah yach

    • Hehe….Ini dalam rangka belajar bersyukkur Bli Budi.
      Apapun yg mampir dalam hidup kita! Pasti punya sisi yg bisa! Dipandang lewat keindahannnya. Terima kasih ya Bli πŸ™‚

  20. wah, uni jalan2 terus,
    dalam rangka apa uni?
    pulang kampung?

  21. Ni Made Sri Andani

    Kota nelayan yang menarik. Tapi bener juga ya.. sayang amat jika tidak ada yang terpikir untuk membuka rumah makan masakan asli di sana.. Padahal pengunjung kota justru jelalatan mencari suguhan aslinya ya he he..

    • Betul Mbak peluang pasar untuk makanan asli terbuka disitu. Krui kota persinggahan sebelum melanjutkan jalan ke Tanggamus. Selain wisatawan ada orang lewat sbg calon konsumennya πŸ™‚

  22. Uni Evi, Krui-nya cantik nian. Perjalanan yang dinikmati menularkan kegembiraannya kepada kami yang baca postingan ini. Salam

  23. biasa makan nasi ya bunjd roti masig kurang hihihi saya jufa gitu biasa perut ndeso nih saya.

  24. Hahaha,,Tanggung Mas..Pulang dari Ranau kita ambil jalur pesisir selatan. Ah ternyata viewnya keren habis..:)

  25. woww…
    Sampai ke Krui juga ternyata πŸ™‚

Leave a Reply