Graffiti

image

Gak tahu ini namanya apa kreatifitas  atau keisengan. Barusan saya menemukannya di kolong jembatan jalan dari arah kawasan Taman Menteng. Dibawah remang2 senja dan lampu2 baru menyala, coretan ini sedikit menyentuh rasa seni. Namun saya yakin dibawah sorotan matahari, coretan ini tak lebih seperti jerawat di wajah gadis cantik.

Pendapat Anda Sob?

— Evi

Posting iseng dari Android

Bookmark the permalink.

16 Comments

  1. Graffiti? hehehe
    sekedar berbagi, saya pernah dapat proyek corat-coret di dinding sebuah instansi pemerintah. ini resmi lhoo … selama ini dinding tersebut memang sudah banyak coretan tetapi ya enggak karuan gitu, nah saya & teman2 diminta membuat Graffiti sesuai tema yg ditentukan dan ada pesan sponsornya
    lumayan buat nambah uang saku. hehehe
    salam

    • Kalau dindingnya sengaja emang dibuat untuk kampanye atau ngebranding, terus ada juga tema, cantik pula lagi, saya kira sih gak masalah juga Pak. Yang nyebelin kan cuma oret-oret yg gak pada tempatnya, yang gak disuruh dan diminta..Atau biarpun ada ijin yg terlalu maksa seperti di kolong jembatan dukuh ini hehehe..

  2. Grafiti akan terlihat bagus dan indah apabila pemerintah menyediakan tempat serta fasilitas untuk mengapresiasikan karya dari para penggila grafiti. Ini semua untuk menjaga kebersihan dari tembok-tembok yang ada diperkotaan.

    • Idealnya memang begitu P Slamet, bahwa pemerintah menyediakan satu tempat dimana orang-orang bisa mengekspresikan bakat mereka. Hanya saja sudah terlalu banyak yg pemerintah pikirkan, tangani dan beban tanggung jawab. Menurut saya mereka cukup menyediakan hukum yang harus ditaati bahwa di larang mencoret-coret fasilitas umum dan pelanggar akan dikenakan sangsi dengan konsisten. Jadi mereka yg akan melakukannya berpikir beberapa kali sebelum bertindak. Kalau sudah begitu, alih-alih mencoreti tembok2 kota, mereka akan mencari saluran seni yg lebih produktif…

  3. kreatif sih sebenernya tapi jadi terlihat kotor ya

  4. Tapi kok menurut saya keren ya Uni….
    Hehehe… Saya gak tahu grafity semacam itu seharusnya ditempatkan di mana sih… Penempatannya selalu salah, jadinya kok sepertinya lebih baik tidak ditulis ya… Kalau di tempat saya itu sepertinya jadi tanda ‘daerah kekuasaan’ suatu geng…

    • Masalah seperti ini kembali pada selera Falzart. Orang kan rambutnya saja yg sama hitam, selera dan pendapat beda-beda. Si penggagas graffiti tentu juga mengaggap hasil karya mereka bagus…Selain penanda kekuasaan gang, graffiti juga dipakai sebagai tanda identitas, penegagasan eksistensi, agar di kenal dan macam lainya ..

  5. Kebanyakan itu tampil di tempat umum, pasti adalah orang yang lalu lalang…kok bisa sekarang timbul pertanyaan demikian kan?..kalau diarahkan dan di fokuskan dalam satu atau dua titik pasti akan lebih menarik mbak yach…sip…saya suka, pemerhati lingkungan, dua jempol

    • Hehehe..Sebenarnya yg memiliki tema masih mending Mas Budi. Namun ada juga yg gak selera banget seperti tulisan di tembok2 seperti ini : ” Budi cinta Ani” Atau ” Perempuan itu racun dunia” atau nama-nama genk yg entah untuk apa diumumkan disana. Mending bikin akun di facebook atau ngeblog kalau hanya sekedar mengeluarkan uneg2 yg ada dalam kepala. Tapi gimana membangkitkan kesadaran seperti itu yah?

  6. di bandung juga ada kayak gitu uni,
    dekat kebun binatang yang di belakang ITB..

    kalau menurut saya sih, itu merusak pemandangan uni, sesuatu itu akan bermanfaat apabila di letakan di tempatnya, 🙂

    • Jo Budi, kalau menurut saya sih show case seni yang ditempat terbuka harus datang dari lingkungannya sendiri, bukan sesuatu yg ditambahkan dengan cat warna-warni. Itu fake! Lingkungan yg bersih dan tertata rapi, ditanami pohon-pohon atu bunga yg sesuai ditempat itu jauh lebih berselera ketimbang mencoretinya dengan anek tema

  7. mungkin disuruh juga ya uni
    soalnya di tiang2 jalan layang banyak lho, lebih bertema menurutku
    nggak asal coretan nama gank aja

    • Yang dibawah jembatan layang itu emang rada mendingan Mb Monda, kadang gambar bunga, taman dan hewan. Ngelukisnya rapi walau saya secera pribadi tetap lebih suka jika tembok-tembok betonnya tetap menonjolkan keaslian. Namun yg dibawah jembatan Dukuh ini jauh banget dari taste cantik, jika maksudnya memperhalus penampilan kolong jembatan ini. Saya kira kalau dibiarkan polos, kesannya malah lebih resik Mbak 🙂

  8. kalau yg di foto itu kayaknya keisengan ya mbak dindingnya jadi kotor menurutku

    di jerman sini juga sering terdpt graffiti spt itu biasanya di stasiun2 kereta, di keretanya juga, kerugiannya banyak deh, maka sering diumumkan andai ada yg tahu, bisa kasih info ttg siapa yg melakukannya, agar bisa ketangkap pelakunya

    • Disini graffiti model beginian pastinya jg dilarang mb Ely. Tapi penerapannya tidal sprt di Jerman. Siapa pula yg mau repot2 mencari culpritnya, orang disini sdh terlalu banyak masalah besar yg harus di urus. Cuma aku heran, utk membuat oretan sprt itu tentunya butuh waktu. Lah kok ya gak ada yg sempet lapor Polisi agar orang iseng trb dihentikan aksinya

Leave a Reply