Goyang Karawang dan Walahar

Bendungan Walahar yang digunakan sejak 30 November 1925

Saya tak mengerti benar apa yang disebut orang goyang karawang. Apakah berhubungan dengan tari jaipong ataukah sebentuk geliat tubuh perempuan yang berkonotasi mesum. Yang jelas kota Karawang pertama kali menyentuh ingatan saya lewat sebutan ini. Lalu Kabupaten ini  muncul lewat pelajaran sejarah. Ada  Chairil Anwar dengan puisi Karawang-Bekasi. Ada peristiwa Rengasdengklok soal penculikan Soekarno-Hatta menjelang detik-detik proklamasi. Terus jaman orde baru Karawang tampil di pentas nasional sebagai lumbung padi yang menyokong produktivitas sawah secara nasional.

Cuma segitu pengenalan saya terhadap kota itu. Sebagai salah satu Kabupaten di Jawa Barat tentu saja Karawang punya banyak cerita. Sejarahnya pasti berawal dari daerah liar tak bertuan, kemunculan berbagai kerajaan kuno sampai masuk wilayah negara Republik Indonesia. Kalau Karawang punya museum yang merekam jejak perjalanan sejarah dan budayanya, kalau punya waktu pasti menarik mengekplorasinya. Sebab saat berkunjung kemarin, saya perhatikan dipusat kota juga terdapat berbagai bangunan tua yang bersebelahan dengan ruko-ruko moderen.Ada wihara megah yang terjepit diantara toko-toko.  Terus ada jalan bernama Tuparev yang berarti Tujuh Pahlawan Revolusi. Kalau disempatkan bertanya pasti banyak informasi yang bisa digali di dalamnya.

Sayangnya kami tergesa-gesa. Karena keterbatasan waktu itu lah saya hanya sempat mendatangi bendungan Walahar yang terkenal, yang selesai dibangun pemerintahan Belanda pada tahun 1925. Sebetulnya dua tahun lalu saya pernah berkunjung juga kesini. Namun waktu itu tujuannya cuma wisata kuliner, ingin mencoba pepes jambal dan sate Maranggi yang jadi ciri khasnya. Jadi tak begitu memperhatikan pernik-pernik kota, juga tidak berbagai bangunan yang melintasi sungai Citarum berair bersih ini.

Nah saat satu persatu menikmati pemandangan pintu-pintu air peninggalan Belanda, itu juga kesempatan baik bagi saya untuk merenung. Memang sih Belanda jago membangun sistem irigasi mengingat kondisi negara mereka yang banyak kanal-kanalnya. Namun sebelum tahun 1900 mereka sudah bisa meramalkan akan seperti apa kelak negara jajahan mereka yang banyak di lintasi sungai-sungai besar ini. Untuk menghadang air yang meluncur dari laut jawa agar tak membenamkan Karawang utara dan sekaligus mendistri air Citarum secara baik ke sawah-sawah  maka didirikanlah beberapa bendungan. Kala memandangi salah satu pintu air yang juga berfungsi sebagai jembatan, jadi ingat pada golden gate Kutai Kertanegara  yang baru saja runtuh.

Jembatan yang berdiri kokoh di hadapan saya sudah berumur 87 tahun namun  masih layak digunakan. Sementara yang berusia 10 tahun hancur lebur begitu dengan meminta korban nyawa pula. Sebenarnya apa sih yang salah pada kita? Kelamaan dijajah kah?

Salam,

Bookmark the permalink.

53 Comments

  1. salam kenal Mbak Evi, saya waktu kecil dulu pernah makan ke warung sunda di sebrang jembatan walahar tuh, mantep dan maknyus! hehe
    btw cara ngebuat preview foto yang dinamis gitu pake apa yah? mohon pencerahannya, trims =)
    salam kuliner dan jalan-jalan 😀

    • Yang di seberang jembatan itu namanya RM HJ. Emin Mas Faris..Pepes ikan jambalnya emang aduhai disitu..
      Mengenai foto, Setelah semua foto di drag atau upload, pencet save to all. Setelah itu pilih insert ke galery atau ke slide show. Kalau ke galery..tampilannya seperti album foto di facebook. Kalau ke slide show..yah seperti di album saya ini..Semoga bisa membantu. Senang berkenalan dengan mun Mas 🙂

  2. ^Idem, nggak jauh-jauh amat dari bekasi ya?

  3. jadi pengen kesana.. 😀

  4. Iya ya, jembatan lama kuat-kuat dana yang baru malah ambruk..

  5. jembatannya kyak pintu pengairan ya… 😀

  6. saya mau komentar tentang kulinernya aja deh Mbak, pepes jambalnya terkenal ya & pastinya enak ..

    • Kalau mengingat Walahar, orang memang langsung menarik ingatan pada pepes jambal Mb Dey, bukan pada bendungannya. Berkat milis jalan sutra dan pak bondan kayaknya 🙂

  7. hehe jadi inget banyolan beberapa orang kalau indonesia tidak dijajah belanda malah ndak bakalan maju.
    Berapa bnyak jembatan, pabrik dan bangunan yg mash aktif dioperasikan hingga sekarang.

    • Hehehe..Banyolan yg lahir dari kepahitan ya mas Fifin. Yah kita maklumi saja. Setiap kita cinta Indonesia dan selalu berharap yg terbaik bagi negara. Saat impian belum tercapai menyikapinya dengan banyolan adalah salah satu cara agar tak stress 🙂

  8. kerawang. salah satu kota bersejarah sebelum terjadinya kemerdekaan RI.
    jd keingat masa-masa sekolah. hihihi

  9. asli keren ini foto, menggambarkan detail sejarah dari masa Belanda 🙂
    suka dengan foto-foto di atas

    salam

  10. hebatnya orang2 belanda dulu dalam masalah pembangunan, sampai sekarang bisa masih berdiri dengan kokoh.
    Di tempat saya tinggal, ada juga waduk penjalin dan itu merupakan peninggalan belanda.

    • Dalam hal kualitas mendirikan bangunan, saya setuju Belanda emang hebat.Kalau tak dirubuhkan dengan paksa, bangunan peninggalan mereka seperti yg ada di Kota Tua jakarta, bisa memberi ciri landscape sendiri untuk Indonesia. Negeri timur berarsitektur barat, kan keren juga ya Mas Mabruri 🙂

  11. bendungannya cantik ya mbak, terlihat kokoh terawat dan bersih 🙂

    ngenes juga kalau lihat jembatan yg ambruk kmrn itu baru 10 thn usianya 🙁

    • Ya Mbak Ely, artistik, keliahtan banget ciri masa lalunya. Kalau jembatan sekarang yang menonjol kan kerangka bajanya..Emang ngenes mengingat nasib jembatan yang runtuh itu serta korban yang masih ada yang belum ditemukan

  12. Nah itu dia mbak evi… saya baru denger ada pembantaian di situ, ini lagi baca2 banyak artikel di media dan internet. Coba mbak googling dulu… baru dan masih segar beritanya, dan perasaan saya, saya gak nemuin peristiwa ini di buku sejarah…

    Kemarin katanya di berita korban bukan 431 malahan lebih, trus yang menariknya dari ulasan TV-One saat itu klo gak salah, pas nonton ama bapak, bahwa ternyata sajak Chairil Anwar itu termasuk melukiskan hal ini, dan baru sadar kini..

    but, saya juga gak ngerti kenapa keinget aja pas mbak posting masalah karawang di tulisan ini, padahl di blog saya udah lama saya nyingggung nya, ya ! masih nyinggung saya belum dapet data yang pas..

    Salam.

    • Benar juga kali ya Mbak Sakri bahwa sejarah ditulis oleh mereka yang berkuasa. Sejarah yang tak berpihak, atau mencerminkan imaji yang mereka inginkan akan dirobek lembarannya dalam buku sejarah. Tadi setelah membaca notesmu ttg Rawagede, baru saya ngeh, apa yang diteriakan oleh Chairil Anwar dalam Karawang-Bekasi.

      Mengenai notes yg dilupakan, hehehe..kita sama, aku juga jarang buka-buka posting lama. Makanya suka lupa kalau diajakin teman mendiskusikan sesuatu yg pernah aku tuliskan di blog

  13. karawang jadi inget pembantaian rawagede baru-baru ini..

  14. “Jembatan yang berdiri kokoh di hadapan saya sudah berumur 87 tahun namun masih layak digunakan. Sementara yang berusia 10 tahun hancur lebur begitu dengan meminta korban nyawa pula.”

    Telak banget, Ni… jleb..

  15. Memang kadang untuk merawatnya kita kewalahan yach..entah waktu maupun biayanya..ngak tau juga apa disunat atau tidak mbak yach…

    pemandangannya bagus mbak

    • Sebetulnya gak perlu kewalahan sih Mas Budi. Asal gak ada yg masuk kantong pribadi, masa iya sih pemda gak punya duit merawat bangunan2 yg dibangun sdh mengeluarkan dana milyaran begitu. Yang sedikit kurang, mungkin, kemauan utk mengabdi pada kepentingan orang banyak 🙂

  16. Mungkin karena kita terlalu lama dijajah oleh mental korupsi mbak, makanya jd seperti ini 🙁

    Bendungannya indah sekali ya mbak, dan wlopun udah tua tapi nampak betul kekokohannya…

  17. Mungkin karena kita kelamaan dijajah oleh mental korupsi, mbak, hehe..

    Bendungannya bagus sekali ya dan walau sudah tua tapi masih terlihat kokoh..

  18. Tambah satu lagi Ibu… .Karawang adalah pusat logistik pada masa peperangan 2 periode antara pasukan Mataram Sultan Agung dengan VOC di Batavia… .

    Ane belum pernah mampir di Karawang, kalau lewat sudah terlalu sering… .yang paling menarik adalah di Karawang, bangunan tua masih tampak orisinil, tidak neko-neko, tidak seperti Lawang Sewu di Semarang yang menurut Ane sudah hilang orisinalitasnya… .

    • Terimakasih atas tambahannya Pak Johar. Jadi nambah wawasan sejarah saya. Begitulah ketika bukti-bukti sejarah dikomersilkan dalam industri wisata, gedung seperti lawang sewu itu untuk beberapa hal harus menyesuaikan diri dengan selera pasar 🙂

  19. Uni, foto2 pintu airnya cuantik, mengekspresikan fungsi dan keartistikannya, mhn ijin copy tuk ndongeng ya (tetap cantumkan sumbernya koq). Selamat melanjutkan karya di minggu baru, salam

  20. asyiik,
    dapat informasi tempat wisata yang bagus di jawa barat,
    terima kasih uni,..

  21. Bendungan air Walahar peninggalan Belanda di Krawang ini memang sangat kokoh bangunannya. Sangat bermanfaat mendistribusikan air untuk irigasi persawahan di daerah Krawang dan sekitarnya.

  22. bentuk temboknya ko bagus iia?!??! hmmm :p

  23. terus, sate marangginya , pasti enak ya Evi ??
    ( ini kok yg ditanyain cuma makanan aja ) 😛

    salam

    • Weeeehh enak Bunda, daging sapinya moist dan lembut. Hahaha..lagi diet yah Bun? Biasanya perempuan diet emang selalu begitu, terobsesi sama makanan..

  24. Indahmya bendungan tersebut ya. Dan lagipula kokoh berdiri. Seakan mengejek keberadaan jembatan kutai kartanegara yang belum apa2 sudah ambruk duluan

  25. Kayanya, orang kita hobby ngebangun, supaya dapat proyek, tetapi gk hobby memelihara, karena nilai proyeknya kecil.

    • Bisa jadi begitu Mas Harjo. Atau bisa jadi saat membuatnya nilai proyek disunat sedemikian rupa, sehingga budget yg tinggal hanya cukup utk membeli bahan2 diluar standar

  26. Saya juga jadi beralih ingatan ke jembatan Kutai yang ambruk tempo hari…

    • Iya Mas, kejadian menyedihkan karena orang kehilangan nyawa dan merugikan negara. Juga memalukan lah kok teknologi canggih begitu kita bisa main-main memperlakukannya

  27. karawang buat saya….
    jadi inget 1 hari penuh perjalan dari jogya-brebes-cirebon-karawang… dengan sepeda motor demi menemui pujaan hati 🙂

  28. makan diwalahar enak bun 🙂

Leave a Reply