Berburu Pengkang ke Siantan

Beraksi ditempat pembakaran Pengkang

Pondok Pengkang di jalan raya peniti, kecamatan Siantan, tampaknya sudah jadi ikon makan kota Pontianak. Kalau googling Pengkang, refrensinya hampir semua menuju ke resto yang terletak di tepi jalan raya ke arah kota Singkawang dari Pontianak. Katanya sih rumah makan ini  sudah ada sejak 1934, seperti tertulis pada sign board dan ditegaskan lagi dalam lukisan yang tergantung di dinding. Benar atau tidak, sepertinya pengusaha di Pontianak  senang sejarah. Buktinya di posting saya tentang mie tiau Apollo, mereka juga membubuhkan tahun berdiri pada papan nama yaitu 1968.

Pengkang itu rasanya tidak jauh dari lemper. Gurih dan cepat mengenyangkan. Boleh jadi sebab bahan dan  proses membuatnya kurang lebih  sama. Pertama beras ketan dimasak dengan santan setelah itu dibungkus daun pisang, diisi ebi lalu dijepit sebilah bambu dan di bakar diatas bara tempurung kelapa. Asap dari tempurung, daun pisang yang terbakar dan rasa udang kering  itu lah yang sedikit membedakannya dari lemper ayam. Umumnya Pengkang dimakan dengan sate dan sambal kepah, semacam kerang yang banyak hidup  di hutan mangrove di Kalimantan Barat.

Menurut teman yang mengantar, sehari-hari pengkang itu untuk menemani minum kopi. Tapi ada juga yang mengatakan sebagai bekal makanan praktis saat bekerja di hutan. Apapun lah, satu yang saya setuju bahwa pengkang rasanya enak dan sambel dan sate kepah agak aneh saat menyentuh lidah :).

Ohya sebetulnya asap yang keluar dari tungku biasanya tidak  semeriah foto diatas.  Kalau ngepul-ngepul tebal saat difoto, itu  berkat bantuan dari si mas yang ramah si tukang bakar sekaligus yang menolongkan memotret. Dengan menyiramkan semacam minyak ke bara api, dia membantu agar foto kami terlihat lebih dramatis hehehe..


Bookmark the permalink.

33 Comments

  1. aku udah pernah ke pontianak tapi belum pernah cobain …kapan2 aku cobain ah kalau main ke sana lg…:)

  2. Wuah…mantab…berjalan-jalan hingga pontianak…dan seperti biasa, Indonesia menyimpan berbagai macam kuliner yang maknyus 😀 nice post mba evi 🙂

    • Pengennya seluruh kota di Indonesia Erick hehehe…Thanks ya. Indonesia emang tempat asyik utk dijelajahi, entah alamnya, entah budayanya, atau mengenal orang2nya yg punya berbagai kebiasaan unik 🙂

  3. Kalau Pontianak aku paling seneng dengan buah duriannya. Sayang saat akan dibawa ke Jakarta kesulitan membawanya saat boarding di pesawat.

  4. Sewaktu ke Pontianak, saya sempat nyobain makanan ini, cuma sayangnya, gk langsung beli di restorannya, tapi di bawain … saya baru tahu kalau ada satenya … wah …

  5. Eviiii……wisata kuliner kok gak ajak2 bunda sih …??
    *ngambek*
    fotonya benar2 wah……pinter ya si mas yg diminta tolong ambilin fotonya 🙂
    salam

  6. oh pengkang itu kaya lemper ya. baru tahu deh. aku rasa makanan semacam lemper ini memang banyak ditemui di Indonesia, namanya beda-beda. tapi rasanya mirip.

  7. pengkang ? baru denger mbak, liat fotonya jadi pengen ngicipin 🙂

    nice photos mbak, thanks 🙂

    • Tks Mbak Ely. Sejauh ini belum terlihat di Jakarta. Mudah2an dengan tambah terkenal bentar lagi. Jadi kalau Mbak Ely nanti pulang kampung bersua deh dengan itu Pengkang 🙂

  8. Pada hakikatnya saya bukan seorang petualan kuliner …
    namun melihat foto disini … (seperti biasa) segera terbit liurku …
    Bu Evi memang piawai untuk membuat foto yang selalu bisa membangkitkan selera makan saya …
    hahaha

    salam saya Bu Evi

  9. belum pernah merasakannya…..
    nggak terbayang klo sejenis lemper trus dikasih sambel…..maknyoos…!
    salam kenal mb…!

    • Nah itu dia, yg sdh terlanjur punya sejarah panjang dng lemper, saraf2 lidah emang sedikit kagok. Tp gak begitu geger juga lah, secara sambel kepah itu rasanya sedikit manis Mas 🙂

  10. Pengkang… makanan apakah itu? Kalau lemper saya tahu…

  11. meski dah dijelaskan bahwa pengkang rasnya tidak jauh dari lemper, tapi masih penasaran sayanya 😀

  12. pernah liat di TV makanan ini, di makan2 anget2 gitu, kayaknya mantap banget ya Mbak ..

  13. wah, mba evi…
    pagi2 aku terdampar di sini dan kabita..
    tapi sayang yang ada cuma uli beku di dalam kulkas

  14. Ni Made Sri Andani

    Wah.. sayang saya kelewatan- nggak sempat mampir makan Pengkang saat kapan hari sempat ke Singkawang dari Pontianak.

    Mendengar ceritanya Mb Evi bahwa beras ketan dibungkus daun pisang dan dibakar dengan batok keapa saja…aromanya langsung kebayang menggiurkan he he..

    • Lain kali sempatkan makan siang di sana Mbak Dani. Tapi jangan terlalu siang juga, soalnya menu bakal banyak yg habis seperti pengalaman kami lalu. Memang taste pengkang ini yang dominan datang dari asap dan daun pisangnya Mbak 🙂

  15. Assalamualaikum, kunjungan perdana nih… sy manggil apa yah sepertinya kurang sopan kl dg sebutan “evi” hehehhe. terimakasih sudah berkunjung ke blog saya 🙂

    Have a nice week end

    • Waalaikumsalam. Cyaam, kalau merasa lbh muda dari aku boleh panggil Mbak atau Uni. Tapi kalau sepantaran atau merasa lebih tua, panggil Evi saja okeh kok 🙂

  16. Wow pojok kuliner Pontianak Uni Evi banyak sekali, waktu ke Siantan koq nggak nemu ya, dicatat dulu ah. Salam akhir pekan Uni

  17. wah,
    si uni jalan2 trus,..
    besok2 ajak dong uni, 🙂

Leave a Reply