Aku Sayang Padamu

Aku sayang padamu

Foto ini saya ambil di rest area 97 Tol Cipularang. Sambil menyeruput segelas minuman dingin mata  iseng mengikuti aktivitas  bermain ibu muda ini dengan anak lelakinya di taman yang terdapat  di depan sebuah cafe. Taman yang mengahadap langsung ke pebukitan Purwakata yang cantik ini memang dihiasi oleh aneka patung hewan yang pastinya menarik perhatian anak-anak. Ada T-Rex, beruang kutub, singa sampai anak-anak gajah. Nah pada  setiap patung si ibu  menyuruh anaknya berpose dan memotretnya  dengan camera ponsel. Walau diminta berpose anek gaya si anak tak keberan, malah tampak sangat menikmati perannya sebagai bintang.

Diam-diam mata saya berembun. Ingat pada ibu dan ingat pula pada anak sendiri saat mereka masih kecil-kecil. Diam-diam pula beberapa kali saya memotret mereka. Dan untuk melindungi privasi mereka, foto yang saya tampilkan disini memang di sengaja tak jelas, ini potongan dari foto yang diambil dari jarak jauh.  Sambil memotret saya berpikir, saat anak ini kelak tumbuh jadi lelaki dewasa, kira-kira apa yang akan dia tulis pada blognya kalau melihat fotonya kembali? ” Eh umur tiga tahun ternyata gue sudah ganteng ya” Atau ” Tempat itu sekarang sudah berubah jadi mall besar tapi dulu saat aku masih kecil masih indah sebagai tempat bermain”.

Apapun kelak yang akan dia tulis, satu yang  pasti bahwa dia tahu itu adalah pernyataan cinta. Semoga semangat dan cinta ibunya bisa mengawalnya dan menjadikannya lelaki tangguh dalam menghadapi suka dan duka hidup. Amin

Salam,

Bookmark the permalink.

22 Comments

  1. wkwkwwkk, aku biasanya menyebutnya “iseng kreatif”…. lanjutkan mami Evi 🙂 hmmmm, jadi inget lagu “kasih ibu” euy…

  2. terima kasih mbak evi yang telah jadi orang pertama like tulisanku.

  3. Mbakkk, rest area favorit anakku nih, sampe2 dia menganggap tempat ini adalah tempat wisata, bukan rest area.
    Saya termasuk ibu yang suka motret anak di patung2 itu, hehehe …. senang aja sih melihat raut wajah anak yg bahagia.

  4. Lama nggak lewat cipularang setelah hampir 3 tahun .. 🙁
    Di KM berapa ya ? terbayang indahnya he he

    “Sambil memotret saya berpikir, saat anak ini kelak tumbuh jadi lelaki dewasa, kira-kira apa yang akan dia tulis pada blognya kalau melihat fotonya kembali?”
    Memberi inspirasi nih .. trims Mbak 🙂

  5. dasar si bunda ini cengeng 😛
    kok baca tulisannya Evi, jadi ikut2an mbrebes mili matanya … hehehe 🙂
    akh, jadi ingat ibu di Bogor… kangeeenn…
    salam

    • Gak cengeng kok Bun, wajar, kita kan punya ibu dan skrg juga jadi ibu..Ketemu atmosfir yang sama bawaannya langsung melihat kedalam diri sendiri, jadi lebay deh hehehe..

  6. Semoga kelak si anak tumbuh menjadi lelaki yg tangguh dan penuh cinta. Ngomong2 soal foto, saya juga kadang suka njepret apa-apa yg saya pikir menarik..kapan hari sempat capture foto anak sekolah yg pakai jilbab di boncengan motor…saya ambilnya dr belakang jd (smeoga) gak mengganggu privasi si anak sekolah tsb

    • Sehobbi dong kita mbak Ririe, senang membekukan apa saja yang melintas di depan mata yg kita anggap menarik. Hobi seperti itu sekarang terbantuk karena ada camera ponsel dan pocket digital. Kapan2 ngangkat camera untuk bikin canded gak terlalu mencolo; 🙂

  7. wah si uni,
    kalau saya ngambil foto keluarga sebelah dari atas, tanpa sepengetahuan mereka,
    si uni ngambil foto ibu dan anak dari samping, tanpa sepengetahuan mereka juga, kalau mereka tahu gimana ya ni?? 🙂

    • Yah gak gimana-gimana sih Jo. Kita kan gak menulis sesuatu yang “ill” ttg mereka, foto juga kita samarkan, sementara satu frame kecil dalam hidup mereka bisa menginspirasi orang yg kebetulan menyaksikannya..Pahala yg tak mereka sadari ini kan nilainya pasti lebih di mata Allah 🙂 (begitulah kalau si padang sudah ngeles Jo hahaha)

  8. itu yg ngambil fotonya siapa ya, mbak?
    soalnya di depan si anak ada juga seorang wanita yg ngambil foto?

  9. pasti si anak akan takjub jika menemukan foto ini mba, apalagi membaca tulisan seorang tak dikenal yang begitu fasih menuangkan rangkaian kata untuk mengungkapkan betapa indah hubungan ibu dan anak, betapa cinta kasih ibu sepanjang jalan terhadap anaknya.

    kusuka gaya penulisanmu mba, salam kenal btw… 🙂

    • Salam kenalam kembali Mb Alaika. Senang terima pujianmu. Terima kasih ya..Yah suatu hari mudah2an saat browsing dia menemukan foto ini sebagai salah yg mirip dalam koleksinya 🙂

  10. Wah imajinasi Bu Evi boleh juga nih …
    Iya ya … apa kira-kira yang akan ditulis oleh anak itu jika nanti dia sudah besar dan punya blog …

    saya rasa … intinya satu …
    bahwa “Ibu sayang sama saya”

    🙂

    Salam saya Bu Evi

    • Hehehe..Itu karena kebanyakan baca novel dan senang nonton fim drama Om Trainer, jadi imajinasi suka ngawur-ngawur..Iya pesan dari pemandangan yg saya lihat kemarin memang satu bahwa setiap ibu pasti mencintai anak yang dilahirkannya 🙂

  11. cafe dgn taman yg hijau nan cantik kayak foto di atas pasti bikin tamunya betah nongkrong di sana ya mbak

    yg pasti anak kecil itu nantinya akan senang masih punya foto kenangan waktu msh kecil krn sdh pake kamera digital, yg tentunya akan selalu bagus dan nggak bakalan rusak átau menghilang warnanya kayak foto cetak 🙂

    • Betul Mbak Ely, pengembang hanya ngeluarin modal untuk beli tanah dan mendirikan bangunan sementara view diberikan alam dengan gratis.

      Itu salah satu kelebihan teknologi digital, foto2 kita gak bakal menguning karena waktu. Semoga ibu ini administrator yg baik dan menyimpan foto anaknya dengan baik 🙂

Leave a Reply