The Story of Sambel PETAI = PETE

Sambal Petai

Semua orang dirumah suka sambel petai tapi mereka tidak terlalu suka rasa cabe yang terlalu pedas. Tentu saja agak ironis, suka sambel tapi tak mau rasa pedasnya. Tapi sebagai seseorang yang pertama kali mengenalkan sambel petai di rumah tentu saja tidak boleh berhenti diironi. Konon sih saya harus bertanggung jawab dengan mencari cara agar sambel petai  enak dinikmati tanpa bonus siksaan sakit perut.

Maka cabenya saya ganti. Kalau resep dari ibu berupa cabe keriting lalu diganti dengan cabe merah besar. Namun karena bijinya masih mengandung capsaicin walau beralih bahan baku, sepanjang  namanya cabe ya tetap saja rasanya membakar. Dilain waktu biji cabe dikeluarkan, rasanya memang tak sepedas semula tapi eh sekarang rasanya kurang nampol.

Lama-lama saya coba dengan mengurangi cabenya dan menambah jumlah tomat lebih banyak. Untuk membuat tiga papan petai seperti diatas saya menggunakan 6 buah tomat besar setengah matang dengan  sepuluh buah cabe keriting. Cabenya digiling bersama garam, terasi dan bawang merah, tomatnya cukup dipotong kecil-kecil. Supaya hasilnya tetap merah seperti sambel petai betulan tumis dulu tomatnya sampai layu baru terakhir dimasukan cabe dan petainya. Saya juga menambahkan sebuah jeruk sambal dan sedikit gula aren untuk mengangkat cita rasa.

Rasanya? Maknyuzz dunk..Ngomong2 petai punya banyak khasiat, coba deh lihat disini

Bookmark the permalink.

3 Comments

  1. Uenak bingitsssss…Nampol

  2. ndeh litak wak dek nyo mah.. xixi,
    ocey, tomatnya yg banyak ya uni.

Leave a Reply