Nyantai di Cimory Resto

Nyantai di Cimory Resto

Menghadap Gunung Gede

Ini kunjungan ke-3 ke Cimory Resto yang terletak di Cisarua-Puncak . Membandingkan dari dua kunjungan lalu saya merasakan ada yang berubah. Entah memang sesuatu telah berubah pada Resto ini atau perasaan saya saja? Rasanya Cimory tak seindah dulu. Menu-menu kurang lebih masih sama, begitu pula view tetap ke Gunung Gede.

Orang mengatakan waktu dapat merubah perasaan. Begitu juga pengalaman. Ketika perasaan dan pengalaman bersatu realita baru pun terbentuk. Setelah lama tak berkunjung saya pikir ada  denyut yang hilang dari tempat ini. Namun untung meringtang-rintang hari ada baiknya saya “siksa diri sendiri” dengan pertanyaan-pertanyaan Nyantai di Cimory Resto . Biar deh ada yang bilang kurang kerjaan. Yang kurang kerjaan biasanya memang lebih banyak tanya 🙂

Kurang romantis kah tempat ini? Berkurang kah keindahannya? Tidak enak lagi kah makanannya? Sepintas lalu semua biasa-biasanya saja. Lantas mengapa saya merasa seperti itu? Mungkin kah saya telah terbiasa dengan ambience resto berlatar gunung sehingga merasa istimewa lagi?

Entah lah!

Prawan Sweet Source

Andalan utama sebuah resto adalah hidangannya. Mereka boleh saja menjual view dan ambience tapi tujuan orang mendatangi restoran adalah menikmati makanan.

Karena saya ke sini untuk makan, saya kemut-kemut makanannya lantas timbul lagi pertanyaan: Kok sekarang gak begitu nampol? Biar tidak “resek” seorang diri saya bertanya pada Si Sulung dan adiknya. Apakah pesanan mereka enak. Mereka bilang enak tapi tidak seperti yang dulu.

Aish sekalipun jawabannya ambigu tapi cenderung masih sejalan. Untung lah! Jadi tidak merasa aneh sendiri.

Kemarin pesan Prawn Sweet Source yang jadi favorite saya di tempat ini . Rasanya? Masih enak tapi tak seenak dulu.

Pemandangan kearah Taman Wisata Matahari

Salam,

Bookmark the permalink.

18 Comments

  1. Makan di alam terbuka memang menyenangkan apa pun menunya Mbak? Apalagi kalau mengambil tempat di daerah Puncak Pas. Oh….mbak numpang nanya, arenga palm sugar – gula semut aren on face book sebelah kanan atas itu bisa dipasang. Aku nyoba diblogku selalu gagal yang ada hanya skrip tulisan saja. Bagaimana mengakalinya ya? Padahal prosedur copy paste html nya sudah OK tapi gagal terus. Mohon pencerahannya. Apakah harus di domain sendiri. Tapi rasanya blog Anda ini kan juga di wordpress tapi berhasil dipasang. Terimakasih…

  2. makanan sama pemandangannya, perpaduan cita rasa nusantara yg luar biasa.. 😀

  3. mata saya tertuju pada makanannya mb….
    salam persahabatan dari Parung-Bogor….:-D

  4. subhanallah, menunya….jadi pingin mampir. he..he..

  5. Seperti komen saya “Tentang Saya” yang membuat saya tertarik pertama kali adalah foto2nya. Bikin lapaarrrr…. 🙂

  6. bagussnyoo.. jadi pengen mampir kesana. tapi jauhhhh

  7. saya hanya lewat puncak saja dan saat itu hujan deras setelah tertahan 3 jam tidak boleh lewat

  8. Pemandanganya indah,,,,kalau ditempat saya ada juga Resto tapi ditengah sawah…tempate rame juga,,salam

  9. Hehehe..Makasih Om Trainer. Yg moto mungkin sedang lapar, yg lihat foto juga maka fotonya langsung mengundang rasa lapar. Salam selamat pagi Om 🙂

  10. Addduuuhhh …
    makanannya sungguh menggugah selera …
    Pintar yang memfoto makanan ini …
    sudutnya pas banget …

    Pas banget bikin ngiler …
    jadi pengen kesana saya

    salam saya Bu

  11. saya baru sekali sih ke sana mbak, dan waktu itu cuma minum yoghurt aja,
    memang rasanya cihuy banget deh

Leave a Reply