Mari Makan Ikan

Ikan balita dari jenis Emas dan Mujair

Waktu saya kecil seekor ikan mas yang diangkat dari kolam bisa dimakan dengan dua atau tiga orang anggota keluarga. Tapi sekarang beberapa ekor ikan mas hanya untuk konsumsi satu orang saja. Bukan karena makin lama ikan makin kecil tapi karena kita makin kreatif dan nyeleneh. Untuk menikmati ikan saja merasa perlu mencoba dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Balita mujair yang siap di goreng atau dibuat pepes

Tak masalah sebetulnya karena ikan-ikan seperti ini bisa di budidaya. Tetapi mengkonsumsi ikan balita dari laut mestinya diharamkan sebab akan mengancam keberlangsungan stok ikan dunia. Sekarang saja sudah ada kekuatiran yang berkembang dalam masyarakat pemerhati ikan dan nelayan bahwa ikan-ikan dari laut ukuran kian kecil saja gara-gara penangkapan ikan berlebih. Itu dilakukan oleh kapal-kapal penangkap ikan moderen yang menggunakan  pukat harimau yang akan menjala apa saja dari bawah laut. Termasuk benih dan anak ikan yang diharapkan akan menjaga keseimbangan produksi laut.

Balita goreng garing siap santap

Menurut FAO di kawasan Samudera Hindia timur laut, Samudera Pasifik tengah dan barat daya serta laut Atlantik Timur adalah tempat-tempat dimana aktivitas penangkapan ikan berlebih biasa di lakukan. Pengabaian terhadap pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan seperti ini merupakan penyumbang terbesar bagi semakin parahnya kemiskinan di kalangan nelayan kecil. Semakin lama ikan yang bisa mereka tangkap semakin langka dan ukuranya juga semakin kecil. Begitu pula dengan tercemarnya air laut akibat pembuangan limbah tambang ke dasar laut, pengembangan industri, reklamasi dan tambah udang ekstensif, menyumbang terhadap menghilangnya beberapa jenis ikan dari zona 3 mil yang biasa diarungi oleh kapal-kapal tradisional milik nelayan.

Kelangkaan ikan dunia bisa jadi dapat diatasi oleh budidaya ikan air tawar. Namun bukan berarti persoalan jadi selesai. Dengan berkembangnya pemberian pakan ikan buatan yang melibatkan hormon, bahan kimia sintetis, antibiotik dll. sekarang ancaman beralih pada konsumen. Gara-gara pernah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pembuatan pelet dan bagaimana diberikan pada ikan-ikan di tambak, mengkonsumsi ikan air tawar bagi saya sekarang lebih dari keterpaksaan dari pada pilihan.Hayaahhh..selalu bersirobok dilema. Hidup sekarang semakin moderen namun makanan sehat semakin terpencil.

Bookmark the permalink.

4 Comments

  1. Budidayakan ikan- ikan jenis herbivora agar tak terlalu condong tergantung pelet produk pabrik, sementara itu ikan carnivora mungkin bisa memanfaatkan limbah sumber protein sisa pembersihan rumah potong hewan/ ikan. Sisi lain harus menjaga/ mengontrol kualitas air hulu waduk& danau. Disain ulang jaring keramba sedemikian tak terbuang pelet/ makanan ikan terlepas ke dasar perairan. Terima kasih, sepertinya kita di hadapkan banyak kerja di lapangan serta berkoordinasi dengan Dinas terkait, belum lagi hitungan resiko- ekonomi& asuransi.

    • Pak Setia Darmawan bergerak diperikanan ya? Ikan budidaya rupanya juga tak bebas dari resiko cemaran yang datang dari makanan mereka ya? Cerita banyakan dong Pak 🙂

  2. Gimana Mbak bikin peletnya, dicampurin apa? hiiiy

Leave a Reply