Latihan untuk Menertibkan Pikiran

Monkey Mind

Monkey Mind / mind monkey adalah sebuah istilah dari agama Budha untuk menggambarkan pikiran yang tidak tenang, gelisah, berubah-ubah, aneh,  tidak konsisten, membingungkan, ragu-ragu, dan tak terkendali “.  Ini bisa terjadi pada siapa saja. Jika Anda pernah berpikir akan mengerjakan satu tugas, tapi tiba-tiba berubah  mengerjakan tugas yang lain, itu tanda monkey mind sedang bekerja. Nah waktu akan update blog ini sebetulnya saya berpikir untuk menulis soal ibadah puasa. Baru juga menulis sebaris  eh  keingatan soal rumah tradisional Banten yang terlihat di Kanekes kemarin. Tapi coba lihat apa yang saya lakukan sekarang? Membahasa soal monkey mind ! Terlalu!

Otak kita telah berevolusi sejak ribuan tahun lalu. Tidak heran bila doi  bisa memikirkan banyak hal sekaligus yang kadang malah tak relevan satu sama lain. Inilah sumber utama kreativitas yang telah membuat dunia kita seperti sekarang. Dari disisi lain bila tak diarahkan, pikiran yang berpencar tersebut tidak produktif dan pada level tertentu cenderung merusak pemiliknya.

Sejatinya pikiran adalah alat bantu untuk mempermudah hidup bukan untuk mengombang-ambingkan kita pada lautan tak bertepi . Berikut 3 tips yang bisa dikerjakan untuk  menjinakan pikiran agar lebih produktif.

Fokus

Sampai detik  ini belum ada yang membantah kekuatan dari the power of focus. Sembilan puluh Sembilan persen keberhasilan bisa diramalkan lewat kekuatan ini. Facebook, Twitter dan blog membuat saya cuma rajin membeli buku tapi tidak membacanya. Beberapa hari lalu saya memutuskan untuk insyaf. Maka hari ke-2 puasa saya telah menyelesaikan The Outliers milik Malcolm Gladwell  yang telah berdebu di rak. Sejak beli setahun lalu buku ini cuma dibuka beberapa halaman habis itu dianggurkan.

Mengendalikan Imajinasi

Bagaimanapun pikiran adalah ciptaan kita sendiri. Mereka adalah konstruksi mental yang lahir berdasarkan imajinasi . Tak masalah bagaimana liarnya, alhamulillah kita semua memiliki kekuatan untuk mengendalikannya. Misalnya alih-alih berimajinasi tentang betapa buruknya Negara Indonesia mengapa tidak membayangkan bahwa kita bisa membuatnya lebih baik. Banyak yang bisa dikerjakan , banyak lapangan yang bisa dimasuki, bahkan bisa dimulai dari yang paling sederhana seperti  menciptakan bisnis lecil yang akan membuka lapanangan kerja. Jadi penulis yang akan mengunggah orang dan mempengaruhi orang lain agar berbuat lebih baik. Bahkan membangun Indonesia yang lebih baik bisa di mulai jadi tetangga yang baik.  Pokoknya imajinasi adalah sebuah kendaraan yang bisa  membawa kita kemanapun. Apakah untuk memperbudak atau membebaska kita tergantung bagaimana imajinasi tersebut dikendalikan.

Lakukan Berulang-ulang

Pernah mendengar istilah repetion is the mother of all skills kan? Nah mengarahkan pikiran itu juga sebuah keterampilan. Melatihnya setiap hari akan membuka peluang bagi setiap orang agar hidup lebih terkendali sesuai tuntutan batin. Mungkin tidak perlu bersemedi seperti para biksu di Wihara, cukup dengan fokus dan mengarahkan jalur imajinasi dalam kehidupan sehari-hari saya yakin bisa memenangkan seluruh pertempuran. Lagi pula berlatih mengarahkan pikiran dapat menaikan tingkat kesadaran. Maksudnya kita sadar bahwa kita sedang berpikir. Bila karena satu hal tercebur pada pikiran negatif, misalnya, kesadaran muncul kepermukaan dan memberi penilaian apakah pikiran tersebut benar dan bisa dipertahankan ataukah sebaiknya harus dirubah. Berubah dalam cara berpikir akan membahwa perubahan nasib secara keseluruhan.

Bookmark the permalink.

2 Comments

  1. ah akhirnya ‘The Outliers’ sdh tuntas, punyaku msh teronggok kurang 1/4 yg blm terbaca, sdh menunggu yg lain2 jg…wk wk wk

Leave a Reply