Fettucini di Rumah Sosis Bandung

Menikmati fetucinni di rumah sosis bandung

Menikmati fetucinni di rumah sosis bandung

Jalan-jalan ke Bandung tak lengkap jika tidak menikmati kulinernya. Apa lagi sebagai kota tujuan wisata jenis makanan apapun tersedia di sini. Jadi rugi banget kalau cuma ngendon di hotel atau penginapan lalu melewatkan kesempatan menikmati pengalaman berwisata di ibu kota Jawa Barat ini. Maka saya dan anak-anak pun meminta sang kapten kami agar melaju kan kendaraan  ke Rumah Sosis Bandung.

Ada banyak yang bisa dilihat saat kita memasuki kawasan hasil olah kreativitas. Seperti di tempat ini, tidak sekedar resto. Agar pengunjung betah berlama-lama mereka menyediakan taman bermain berikut permainan untuk anak-anak. Kesan pertama bahwa tempat makan ini sebagai salah satu destinasi wisata keluarga, memasuki halaman kita langsung disambut suasana persinggahan yang ramah. Sementara anak-anak bermain, untuk menunggu mereka tersedia bangku-bangku kayu dan mejanya tertata di bawah balai terbuka.

Tak membuang waktu, karena anak-anak memang sudah lapar, kami langsung masuk ke area resto. Meja-meja kayu lebar dengan lingkaran tahun sebagai motif, ditambah juga kursi senada, mengundang kami untuk segera browsing daftar menu. Tempatnya yang seperti balai terbuka, membuat seluruh cahaya dan udara bebas keluar masuk. Amak-anak saya mulai riuh memilih menu kesukaan meraka.

Iya hampir semua menu di Rumah Sosis Bandung menjadi favorite bagi anak-anak karena Sosis itu. Valdi bolak-balik memilih antara sosis yang sebesar usus sapi itu sampai yang kecil mungil seperti usus ayam. Sayang saya lupa apa namanya.

Fettucini di Rumah Sosis Bandung

Setelah anggota pasukan selesai dengan pilihan masing-masing saya mulai kebingungan. Sepertinya mengikuti menu mereka mudah tapi kok ya mudah banget. pa saya tidak mencoba yang lain saja agar bisa share juga? Bolak-balik berpikir sampai Mbak yang mencatat order terlihat mulai tak sabar, saya akhirnya menjatuhkan pilih ke Fettucini.  Sebetulnya ini bukan berangkat dari rasa suka,  lebih pada terdesak saja selain memenuhi rasa ingin tahu. Bgaimana rasa masakan Italia ini yang sering dipuja anak-anak  enak? Apakah lidah saya sama dengan meraka?

Dan you know what? Sejarah panjang memori rasa saya adalah masakan Indonesia yang kaya rempah. Bukannya fettucini tak berasa rempah, lebih spesifik lidah saya kelanjur kaku menetapkan bahwa masakan Indonesia jauh lebih enak. Jadi untuk fettucini, sebelum memutuskan enak, saya harus melatih lidah beberapa tahun lagi.

Ngomong-ngomong jadi pengen tahu sejarah dan latar belakang masakan ini. kemana lagi meminta jawaban selain Om Google. Ini lah katanya 🙂

Ini lah Fettucini itu

Secara harfiah fettucini dalam bahasa Italia berarti ‘pita kecil’ . Ini adalah jenis pasta yang populer dalam Masakan Romawi. Berupa mie tebal dan datar ini terbuat dari telur dan tepung (biasanya satu telur untuk tiap 100 gram tepung). Di tempat aslinya (Italia) dan kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia,  fettucini dimakan dengan Sugo d’umido (ragout sapi) dan Ragu di pollo (ragoutt ayam). Di beberapa tempat daging sapi ada pula yang digantik dengan daging babi.

Fettuccine secara tradisional dibuat segar (baik untuk keperluan  rumah atau komersial), tetapi yang populer di Indonesia fetucini kering dan bisa dibeli di toko-toko.

Sumber : Wiki

Bookmark the permalink.

4 Comments

  1. hmm sup yg di atasnya ada pastry-nya apa namanya itu bune? lupa…..nyammm, hedehhh itu dimakan sendiri? kikikik

  2. haduuhhhh,…..
    makanan-makanannnya membuat laparrrrr……
    http://searcherpedia.blogspot.com/2011/08/samsung-galaxy-tab-101-verizon.html

Leave a Reply