Bikin Jurnal Syukur Yuuuuuk…

Bloknote yang saya gunakan sebagai Jurnal Syukur

Agar Ramadhan kali ini berbeda dari  yang sudah-sudah maka saya bikin proyek baru. Bukan mega proyek, cuma remeh temeh yang tak berarti bagi orang lain tapi bisa juga amat bermanfaat bila diikuti. Iya tahun ini saya punya jurnal rasa syukur.  Sebetulnya sudah lama mengerjakan ini, mengenali semua hal dari yang keren sampai sederhana yang perlu saya syukuri dalam hidup. Hanya waktu itu saya tidak pernah mencatatnya. Cuma muter-muter dalam pikiran. Kalau pun dituliskan paling-paling ada kategori pada blog Evi Indrawanto. Kategori itupun sudah lama tak diisi.

Sejak awal ramadhan saya merubahnya dengan mencatat pada sebuah notebook. Kebetulan dirumah punya beberapa notebook kosong yang belum dimanfaatkan. Saya pilih yang berlogo TV7 ini semata-mata suka pada warna merahnya. Gak tahu dari mana datangnya notes ini, yang jelas saya entry tiap hari ke dalamnya.  Tidak memilih jam khusus, karena selalu dibawa kemana-mana, saya akan menulis apa saja yang perlu disyukuri saat ketemu ide dan peristiwanya. Bagaimanapun notebook ini harus asli menggambarkan suasana batin saya.

Kita bisa memulai jurnal syukur dari mana saja. Membuat list adalah langkah pertama.Coba ingat-ingat hari ini apa saja yang perlu di syukuri. Kalau hari ini saya amat berterima kasih, dipertengahan hari panas dalam puasa begini masih segar dan tak punya halangan buat update blog. Kalau pun capek dan bosan, beberapa buku sudah antri untuk di baca. Saya juga bersyukur bahwa hari ini tidak membersihkan rumah, tidak perlu masak karena ada undangan makan nanti malam.

Pokoknya sepanjang mempertahankan sikap positif, apa saja bisa kita syukuri dari hidup ini. Misalnya tiba-tiba tadi dapat senyum manis banget dari tetangga. Senang deh! Anak-anak yang biasanya susah disuruh lah kok tadi pagi mereka lembek seperti tape.Yang penting isi list tersebut dari atas, dari yang paling nampak. Tak lama kita akan heran, tahu-tahu kok daftarnya tambah panjang?

Yang saya rasakan dari membuat daftar ini adalah kian menghargai yang  dimiliki. Mengantisipasi keinginan yang belum termiliki penuh keyakinan bahwa semua soal waktu. Selain itu lama-lama daftarnya kok semakin juicy. Dari membangkit berbagai ide untuk menulis di blog, tertawa saya juga mendapati tidak pernah kekurangan ide menemukan apa saja yang patut disyukuri.

Ohya dengan berdoa dan mendekatkan diri kepasa Allah sang pencipta tentu saja kita telah mengucap syukur semurni-murninya. Dan saya jug tidak mengatakan ganti doa-doa atau ibadah kepada Tuhan dengan jurnal syukur. Bukan itu bok! Tapi yang ingin saya tekankan adalah berterima kasih kepada allah dalam doa atau selesai shalat hanya satu bagian dari isu yang akan masuk ke jurnal syukur. Otak kita yang kecil ini terbiasa mengabaikan hal-hal umum dan tampak biasa. Dengan menuliskan pada sehelai kertas, otak akan mengidentifikasi semua nikmat, berkah, rahmat yang telah diturunkan-Nya secara lebih baik. Tak masalah bagaimana sederhanya.  Berkah yang teridentifikasi itu membentuk bayangan mental yang kuat dalam pikiran. Jadi ketika kita mengucap syukur, ada alasan yang sangat kuat untuk berterima kasih. Sebab apa yang diucapkan tersebut bukan sekedar omong-omong kepada Allah yang tak didukung oleh fakta.

Bagaimana pendapat Anda?

Bookmark the permalink.

One Comment

Leave a Reply